Presiden Jokowi Kagum Keindahan Arsitektur Pasar Badung Saat Peresmian

94

Denpasar, Porosinformatif – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pasar Badung, Sabtu (23/03). Peresmian pasar tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan kerja (kunker) presiden bersama rombongan ke Denpasar, Bali.

Pasar Badung di Denpasar merupakan Pasar Tradisional yang berbasis Modern. Mulai dari fasilitas-fasilitasnya, cara pembayarannya, hingga mindset pasar yang sebelumnya terkesan becek, bau, ruangan panas dan kotor menjadi bersih, segar, ruangan dingin karena ada fasilitas pendingin ruangan. Pasar Badung ini merupakan ikon baru perekonomian di kota tersebut.

Kedatangan presiden disambut oleh 2000 penari dari siswa/i SMA. Bunyi Gamelan mengiringi setiap tarian di sepanjang Jl. Gajah Mada Denpasar.

Antusiasme masyarakat sekitar untuk menyaksikan peresmian Pasar Badung oleh Presiden Jokowi terlihat sangat ramai sekali.

Presiden mengaku senang dengan adanya pasar Badung tersebut. Menurutnya, selain sebagai warisan pusaka, pasar Badung juga mempunyai arsitektur yang sangat indah.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh Tanah Air, ini adalah Pasar dengan arsitektur yang paling bagus yang pernah saya lihat,” kata Presiden.

Presiden melihat Pasar Badung ini sudah bersih. Dia berharap pihak-pihak terkait, mulai dari pihak Manajemen Pasar, Pedagang, Pembeli serta semua yang berada disekitar harus turut menjaga kebersihan pasar agar kenyamanan pasar bisa dinikmati bersama.

“Bersih pakaiannnya, selalu tersenyum dan yang paling penting jangan sampai pasar menjadi becek, bau dan kotor. Budaya ini yang harus kita ubah semuanya sehingga pasar rakyat bisa bersaing dengan pasar modern seperti mall, hypermarket, supermarket. Saya yakin bisa, tinggal niatnya ada atau tidak,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Presiden kemudian menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Pasar Badung.

Tampak mendampingi Presiden saat penandatanganan yaitu; Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.