Tim Basus D.88 Lembaga Aliansi Indonesia Dampingi Korban, Guna Melaporkan Dugaan Penipuan KSU Karya Sami Rahayu Ke Polres Buleleng

669

Buleleng, Porosinformatif – KSU Karya Sami Rahayu yang berada di Desa Penjarakan, Kec. Gerokgak, Buleleng, Bali, dilaporkan oleh beberapa korban yang merasa dirugikan olehnya ke Polres Buleleng, Rabu (06/11) siang tadi.

Dugaan penipuan dan penggelapan KSU Karya Sami Rahayu terhadap beberapa orang yang mengaku sebagai korban, ditanggapi serius oleh korban dan berharap segera diproses laporannya. Dimana pihak koperasi yang sebelumnya mengatakan kepada para korban, agar melaporkan kepada pihak berwajib dan siap menunggu panggilan polisi.

“Tadi saya sudah sampaikan kepada penyidik, bahwa sebelumnya saya disuruh transfer terlebih dahulu untuk pembelian mobil kepada KSU Karya Sami Rahayu, dimana nantinya dua unit mobil yang saya bayar akan dikreditkan lagi kepada nasabahnya. Itu tanggal 6 September lalu. Tanggal 13 September melalui orangnya koperasi yaitu si Agus Salim mengambil lagi dua unit mobil. Si Agus menyampaikan kepada saya, jika ini nanti laku, maka uang akan segera cair. Jika tidak, maka tetap unitnya akan dikreditkan kepada nasabahnya,” uraian Ketut Sumarta kepada wartawan Porosinformatif, korban yang mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Perjanjian tempo pembayaran sepuluh hari pada tanggal 16 selepas transaksi tanggal 6, tidak kunjung diselesaikan oleh KSU Karya Sami Rahayu. Dimana transaksi sebelumnya sampai ke enam, tidak ada masalah.

Sama halnya dengan Abubakar Sidiq warga Desa Gondol, Buleleng juga mengalami hal yang sama.

“Saya sempat tanyakan kepada pihak koperasi yaitu si Wayan, perihal ada tulisan dalam berita acara bahwa si Agus Salim disebutkan sebagai nasabah disana. Namun si Wayan pihak koperasi menenangkan saya bahwasanya si Agus Salim hanya formalitas saja. Jika ada apa-apa saya (Wayan) pihak koperasi siap bertanggung jawab,” katanya.

Kejanggalan dirasa oleh Abubakar setelah mendapatkan kabar bahwa uang sudah ditransfer ke Agus Salim tgl 6 September pukul setengah enam sore.

“Padahal saya menyerahkan unit mobil beserta BPKB pukul setengah tujuh. Kan aneh mas,” imbuhnya.

Bahkan pihak koperasi tidak segan menyampaikan kepada semua korban untuk melaporkan ke pihak berwajib jika tidak menerima apa yang terjadi.

Diwaktu yang bersamaan wartawan Porosinformatif mencoba menghubungi IPTU I GEDE SUMARJAYA S.H, Kasubbag Humas Polres Buleleng yang mengatakan “Iya benar ada laporan masuk, tapi masih dalam proses penyelidikan,” terangnya.

Lembaga Aliansi Indonesia melalui Tim Laba-laba Basus D.88 selain melakukan pendampingan terhadap para korban, juga berharap masalah ini segera terselesaikan.

“Semoga dengan apresiasi dari pihak penyidik Polres Buleleng ini, masalah menemukan jalan terang. Disatu sisi ini juga merupakan sinergitas aparat Kepolisian dengan Lembaga Aliansi Indonesia sebagai Badan Penelitian Aset Negara. Kita menekankan bahwa kita hanya melakukan pendampingan kepada para korban, karena aset negara tidak hanya berupa barang, manusia juga merupakan aset,” tegas Ismail Koordinator Tim Laba-laba Basus D.88.