Tari Rejang Dan Topeng Meriahkan Pujawali Pura Catur Giri Loka Polres Badung

92

Badung, Porosinformatif – Suasana Pujawali di Pura Catur Giri Loka Polres Badung, tidak kalah meriahnya dengan perayaan Petirtan maupun Pujawali / Piodalan di pura lainnya di Bali, Selasa (12/11) malam.

Tari Rejang Tradisional Bali

Piodalan yang jatuh pada Purnama kelima (setahun sekali) dimeriahkan oleh berbagai tari, salah satunya Tari Rejang Renteng yang di bawakan oleh penari – penari profesional Polwan Polres Badung.

Personil Polres Badung khususnya yang beragama hindu saat mengelar persembahyangan, merayakan hari berdirinya suatu bangunan suci merasa dihibur oleh berbagai kesenian. Mulai dari rejang dewa, rejang renteng hingga Topeng yang sangat menghipnotis para pemedek pura.

Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, SP yang langsung memimpin tari rejang renteng mengatakan, baru kali ini saya merasakan indahnya tari Bali, harus dijiwai setiap gerak sesuai gambelan (musik tradisional Bali) yang dimainkan oleh personil Polres Badung.

“Agama bukan budaya, namun agama sumber budaya,” terang ibu asal Medan dengan kocak.

“Saya aja dari Medan mau tampil tari Bali, ngapaian takut itukan budaya kita,” jelasnya Ibu dua putra yang sudah menjadi orang Bali yang tekun dengan kehinduannya.

“Pokoknya lakukan saja yang dapat kita lakukan untuk Ida Sang hyang Widhi, tentu hal-hal yang baik, tidak usah yang aneh-aneh, pasti dimudahkan jalan untuk kemajuan diri pribadi, keluarga dimasyarakat,” ungkapnya.

Kompol Sinaga merupakan pimpinan nomor dua dijajaran Polres Badung yang patut dikasih jempol serta mengikuti langkahnya yang selalu bisa tampil dimanapun. Seperti namanya Sindar, yakni sinar tidak pernah membedakan dalam perintah maupun pembinaan terhadap personil.

Banyak personil yang hadir menyaksikan para penari merasa sangat terhibur, lebih-lebih yang dibawakan ibu Wakapolres dalam gerak tubuh selalu bisa mengikuti para penari yang di bawakan Polwan Polres Badung.

“Kok bisa ya, padahal latihannya tidak lama, belum lagi tugas lainnya yang harus di kerjakan, hebat ibu waka,” kata salah seorang pemedek Pura yang tidak mau di sebutkan namanya.