Prodi Teater STKW Surabaya Meriahkan Hari Pahlawan Bersama RRI Provinsi Jawa Timur

Surabaya, Porosinformatif – Prodi Teater STKW Surabaya turut memeriahkan malam pagelaran puisi. Acara tersebut bertemakan “Semangat Pahlawan Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi”.

Tentu saja puisi-puisi yang dibacakan juga berkaitan dengan pentingnya arti toleransi, sebab akhir-akhir ini masih terdapat oknum-oknum masyarakat Indonesia yang belum menerapkan sikap toleransi di dalam berkehidupan sosial di masyarakat, sehingga mistoleransi masih ditemukan di beberapa daerah.

Seperti pelarangan beribadah, memprovokasi isu dalam perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (sara), sehingga di beberapa daerah yang ada di Indonesia masih dijumpai aksi atau tindakan yang jauh dari sifat toleransi.

Selain Prodi teater acara ini juga dihadiri oleh sejumlah Pejabat dan seniman yang berdomisili di Provinsi Jawa Timur, salah satu diantaranya ada Wakil Gubernur Emil Darda dan Zawawi Imron.

Hal ini juga  menjadi pengalaman baru bagi Mahasiswa, bahkan Pembina selaku Sekjur yang membawa Mahasiswa dalam acara bergengsi ini mengatakan sengaja memilih anak-anak semester 1, “agar mereka merasa nyaman dan semangat kuliah, ora protol, dan memulai pengalaman baru dalam keterlibatan kegiatan di luar kampus. Harapannya juga ada cerita yang bagus terhadap orang tua masing-masing bahwa kegiatan di luar kampus juga memberikan manfaat yang positif,” ujarnya.

“Semua yang terlibat dalam acara ini juga  mendapatkan tanda mata berupa piagam penghargaan,” tegasnya.

Jika kembali menghayati acara yang masih berkaitan dengan hari Pahlawan yang diperingati tanggal 10 November 2019, semoga tidak ada lagi isu-isu sara atau rasis di negeri ini.

Mengingat Negara Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, adat dan budaya hendaklah terus menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan Nusantara Raya.

Karena sejak dahulu kala, penjajahan yang terjadi di negeri ini juga memanfaatkan perbedaan tersebut untuk memporak-porandakan bangsa yang besar ini, salah satunya dikenal dengan devide et impera atau strategi adu domba.

Akan tetapi, apabila seluruh rakyat di negeri ini telah cerdas dan dewasa, mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan masalah, maka bisa dipastikan perpecahan dan pertikaian akan jarang di temukan, sebab akarnya adalah harus memiliki sifat dan sikap toleransi.

Semangat pahlawan Indonesia untuk lebih bertoleransi penting dijaga, dimana seluruh pahlawan dan para pendahulu kita telah berjuang mati-matian mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Begitu juga dengan peristiwa yang terjadi di Surabaya, ketika Belanda membonceng Inggris untuk menaklukkan Kota Surabaya. Tetapi dengan kegigihan dan kerja sama yang baik antar suku bangsa dan seluruh agama yang ada di nusantara, Belanda dan Inggris terpaksa pulang membawa kekecewaan karena tidak bisa menaklukkan Surabaya.

Hal ini perlu direnungkan bersama, bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan kita bersama dan Pancasila adalah dasar kita, serta UUD 1945 adalah pondasi konstitusi kita sebagai bangsa yang Merdeka. Bersatulah Rakyat Indonesia, karena hanya dengan Persatuan dan Kesatuan serta bertoleransi, kita akan dapat mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang Merdeka. (roci)