Mengabdi Untuk Negeri Menjadi Guru Daerah 3T (Daerah Tertinggal, Terdepan Dan Terluar) Indonesia

488

Surabaya, Porosinformatif – Guru kelahiran Sumatera tepatnya di Bandar Lampung 30 tahun yang silam, mendedikasikan dirinya menjadi seorang guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Siswa-siswi SMP Negeri 1 Matarsete NTT

Sejak lulus strata 1 di Universitas Negeri Surabaya Jurusan Sendratasik Febriansyah mengikuti Program Kemendikbud yang pada saat itu Anis Baswedan menjadi menterinya.

Program SM3T adalah program dimana para sarjana mau mengabdikan dirinya selama satu tahun mengajar di daerah 3T pada tahun 2013.

Selama setahun Febriansyah, S.Pd.,Gr. mengikuti program mengajar di daerah 3T, berawal dari sebuah keraguan dalam hati bercampur ketakutan, beliau berangkat ke daerah dimana beliau di tugaskan.

Pada saat itu Febriansyah, S.Pd.,Gr mendapat wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur tentu saja tidak sendiri, bersama ke lima temannya beliau mengajar di daerah 3T tersebut.

Setelah selesai menjalani program pemerintah SM3T, Febriansyah, S.Pd.,Gr melanjutkan pendidikan Profesi sebagai Guru di Universitas Negeri Jakarta selama satu tahun. 

Berdasarkan pengalamannya selama setahun mengajar daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yang ada di wilayah Indonesia, bukan menjadikan sosok Guru yang satu ini menjadi jera.

Kecintaanya dan jiwa mengabdi pada Negeri didirinya semakin terasa kental. Di tahun 2015 ia mendaftarkan dirinya mengikuti regulasi pengangkatan CPNS untuk wilayah 3T, sebuah pilihan yang sangat luar biasa dikarenakan ditahun yang sama regulasi penerimaan CPNS untuk wilayah Jawa dan sekitarnya pun masih banyak. 

Niat yang tulus untuk mengabdi pada Negeri membuahkan hasil yang baik, dalam seleksi tes tersebut Febriansyah, S.Pd.,Gr berhasil lulus dan menunggu tempat dimana ia akan di tempatkan untuk mengabdi.

Kepasrahan akan wilayah mana beliau dapatkan menjadi sebuah ikhtiar tersendiri dalam dirinya, ketika kepasrahannya untuk mengabdi pada Negeri melalui mengajar di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Surat Keputusan Menteri pun keluar, Febriansyah, S.Pd.,Gr mendapatkan tempat dinas di SMPN 1 Satarmese, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bersama istrinya Reni Wijayanti, S.Pd.Gr. beliau mengabdi di SMPN 1 Satarmese, Manggarai Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2015 hingga Saat ini.

“Berpengalaman mengikuti program SM3T dan mengetahui wilayah 3T merupakan wilayah yang Jauh membuat Reni Wijayanti, S.Pd.,Gr tidak mengikuti regulasi pengangkatan CPNS, mengingat suaminya Febriansyah, S.Pd.,Gr suaminya telah mendaftar,” ucap Reni kepada wartawan porosinformatif.com.

Reni yang akrap dipanggil memilih untuk setia menemani sang suami mengabdi di wilayah 3T tempat suaminya bertugas, sesekali Reni juga membantu mengajarkan anak-anak di wilayah tersebut tentang seni budaya agar ilmu yang dimilikinya juga bermanfaat.

Kini mereka telah dikarunia dua anak, satu putri bernama Viola dan satu putra bernama Rendra. Masih tinggal di rumah kontrakan.

Pasangan suami istri muda Febriansyah, S.Pd.,Gr dan Reni Wijayanti, S.Pd.,Gr ini istikomah mengabdikan dirinya untuk Negeri. Sebuah pilihan sangat jarang terjadi di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 ini. 

Febriansyah, S.Pd.,Gr mengucapkan selamat Hari Guru Republik Indonesia, “Harapan saya , berdasarkan pengalamannya mengabdi untuk Negeri menjadi guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) kepada para guru muda yang berpotensi, marilah membangun Negeri dengan mengabdi, menyebarkan ilmu hingga ke pelosok Negeri. Saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air ini masih membutuhkan kesetaraan Ilmu pengetahuan dan fasilitas pendidikan, agar pendidikan Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara seimbang sehingga para generasi muda indonesia bisa menjawab tantangan zaman,” tutupnya diakhir pembicaraan via sambungan langsung jarak jauh dengan Porosinformatif. (indar)