Siswa-Siswi SMPN 2 Buduran Sidoarjo Tampil di Lomba Musik Gamelan 2019

413

Surabaya, Porosinformatif – Lomba Musik Gamelan 2019 digelar di Atrium City of Tomorrow (CITO) Mall Surabaya, Minggu (24/11). Event tahunan ini merupakan ajang untuk para generasi muda menampilkan kemampuannya di bidang seni karawitan.

Siswa-siswi SMP Negeri 2 Buduran, Sidoarjo

Tahun ini peserta berjumlah 30 kelompok/sanggar karawitan dari berbagai Kabupaten/Kota Jawa Timur. Bahkan ada peserta yang berasal dari Surakarta Jawa Tengah, 13 kelompok/sanggar berasal dari Kota Surabaya, 11 kelompok dari Kabupaten Sidoarjo, 1 kelompok dari Saradan, 2 kelompok dari Kabupaten Malang, 1 kelompok dari Kabupaten Banyuwangi, 1 kelompok dari Kabupaten Jombang, 1 kelompok dari Surakarta Jawa Tengah.

Dari 30 peserta yang terdaftar di panitia, satu kelompok yang berhalangan hadir yaitu dari Kabupaten Banyuwangi.

Dewan juri lomba menyampaikan ”Inilah anak-anak millenial yang betul-betul keren, anak yang mampu mencintai, mengekspresikan sekaligus mengkomunikasikan ketrampilan bermain alat musik tradisi yang menjadi tujuan Pembentukan Karakter lewat musik tradisi. Hal tersebut sejalan dengan amanah Perpres Nomor 87 Tahun 2017 dan Permendikbud  Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter,” uraiannya saat membawakan sambutan.

Wartawan Porosinformatif mewawancarai salah satu guru pendamping dari  SMPN 2 Buduran Sidoarjo mengatakan, “Kegiatan ekstra kurikuler seni karawitan SMPN 2 Buduran ini dibina oleh Eny Boedi Hartini, S.Pd yang juga merupakan guru seni budaya. Ditangan pembina yang berwibawa dan sabar inilah kegiatan Seni Karawitan di SMPN 2 Buduran menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang berkembang, para orang tua murid yang ikut menghadiri turut bangga dan mengapresiasi kegiatan ini serta berharap melalui kegiatan seni karawitan ini siswa mendapatkan pengalaman estetik serta dapat membentuk karakter mereka, karena kesenian merupakan salah satu pembelajaran yang dapat membentuk karakter siswa dengan baik,” ujarnya.

SMPN 2 Buduran yang saat ini dipimpin oleh Aris Setiawan, M.Pd, mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan kesiswaan baik dari kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS maupun kegitan ekstra Kurikuler lainnya.

Selama kegiatan tersebut positif akan menghasilkan out put yang positif pula bagi siswa. Tahun lalu (2017-2018) kegiatan seni karawitan SMPN 2 Buduran mengikuti lomba yang sama dan berhasil mendapatkan Penghargaan Penyaji Terbaik dan penata musik terbaik.

Siswa-siswi SMPN 2 Buduran tampil memukau dengan nomor penampilan 26, judul karya Ethok-Ethok Talu. Menggunakan kostum dengan pendekatan baju tradisional Jawa berwarna coklat, siswa SMPN 2 Buduran Sidoarjo terlihat harmonis walaupun sejak pagi mereka sudah berada dilokasi lomba. Sedang giliran pementasan mereka baru di mulai sekitar pukul 16.30 WIB, namun siswa-siswi SMPN 2 Buduran ini masih terlihat bersemangat dan kompak.

Tidak semua sekolah memiliki ekstrakurikuler seni karawitan di Kabupaten Sidoarjo, apalagi di tingkat Sekolah Menengah Pertama.

SMPN 2 Buduran Sidoarjo merupakan salah satu sekolah yang mendapat kesempatan mengenalkan dan mengajarkan seni karawitan sebagai kesenian tradisi Jawa kepada siswa-siswinya sebagai generasi muda penerus bangsa, agar budaya dan kesenian tradisi dapat dikenal dan dicintai oleh generasi muda sejak dini. Semoga kelompok seni karawitan SMPN 2 Buduran “Spenduran” dapat terus maju dan berkembang. (indar)