KontingenTeater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya Berlaga Di Ajang Nasional Parade Teater Kampus Seni Indonesia (PTKSI) 

547

Surakarta, Porosinformatif – Parade Teater Kampus Seni Indonesia (PTKSI) ke delapan dilaksanakan di Institut Seni Indonesia Surakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Keluarga Mahasiswa Seni Teater Indonesia (KMSTI).

KMSTI merupakan sebuah wadah bagi seluruh Perguruan Tinggi Seni di Indonesia yang memiliki jurusan atau prodi teater.

Rabu (27/11) tadi malam adalah jadwal pertunjukan dari tiga perguruan tinggi seni yaitu Akademi Seni Mangkunegaran (ASGA) Surakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya (STKW).

Mahasiswa Jurusan Teater STKW menampilkan sebuah karya yang berjudul “Joko Galon”. Arif sebagai sutradara mengadaptasi cerita Joko Kendil yang kemudian diarahkan pada era saat ini.

Dimana Kendil dirasa tidak dikenal dikalangan anak muda, sehingga diganti dengan Galon, pertunjukan dengan pendekatan garapan menggunakan spirit kentrung dipilih untuk mengangkat dan mengenalkan kesenian kentrung pada mahasiswa.

Sebelum berangkat ke acara PTKSI#8 ISI Surakarta, kontingen STKW mengadakan pementasan pamit di kampus yang dihadiri oleh para dosen jurusan teater STKW, Ahmad Faishal, M.Hum sebagai pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan Teater dipercaya oleh pihak kampus STKW untuk mengawal mahasiswa pada kegiatan PTKSI Tahun ini.

“Prodi Teater STKW mendukung sepenuhnya kegiatan HMJ yang positif ini sebagai salah satu wadah mahasiswa berkarya dan berorganisasi secara positif dan kritis,” kata ketua Prodi Dr. Koko Hari Pramono, M.Pd dan Sekretaris Prodi Moh. Mujib Alfirdaus, M.Pd kepada wartawan Porosinformatif.com.

Pementasan “Joko Galon” dengan pendekatan pertunjukan kentrung berjalan dengan lancar, penonton terlihat senang menonton pertunjukan yang menampilkan suasana komedi situasi.

Cerita Joko Galon mencari cinta sejatinya dipilih sutradara untuk membalut pesan, dalam naskah yang mengangkat persoalan-persolan sosial yang terjadi di Indonesia. Sehingga dapat diterima dengan baik oleh penonton karena disampaikan dengan ringan dan komedi, demikian informasi yang didapatkan oleh wartawan porosinformatif.com dari salah seorang mahasiswa STKW yang juga bermain sebagai tokoh istri bupati tadi malam sehabis pementasan melalui sambungan jarak jauh.

Semoga acara PTKS #8 ISI Surakarta yang digagas oleh Keluarga Mahasiswa Seni Teater Indonesia (KMSTI) berjalan dengan lancar.

Diakhir acara KMSTI akan menyelenggarakan kongres/rapat kerja untuk membicarakan permasalahan-permasalahan yang terjadi, baik dalam tubuh organisasi KMSTI ataupun permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi di kampus yang kemudian akan di musyawarahkan untuk dapat menjadikan sebuah rekomendasi tertulis untuk dapat disampaikan kepada perguruan tinggi mereka masing-masing sebagai laporan, bahwa telah mengikuti kegiatan tersebut dan menghasilkan beberapa rekomendasi. Tentu saja salah satu agenda kongres adalah memilih presiden/ketua KMSTI untuk periode berikutnya dan menentukan siapakah tuan rumah PTKSI #9 yang akan datang. (indar)