Sabda Theatre Feat UKM Musik C’34 Tampilkan Drama Musikal “Panji-Rana” 

321

“Aku membaca sebait rindu yang lelah, karena angin berkesiur liar, lantas kau membius hatiku”

Surabaya, Porosinformatif – Demikian sinopsis yang terdapat di dalam pertunjukan Drama Musikal dengan tajuk “Panji-Rana”. Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sabda Theatre dengan UKM Musik C’34.

Pertunjukan ini disuguhkan dalam rangka memperingati Dies Natalis UKM SB (Seni Budaya) UINSA Surabaya ke-27 dengan tema “Unity in Deversity: For Art and Culture” bertempat di Auditorium UINSA, Rabu malam (18/12/2019).

Lakon Panji-Rana yang dimainkan oleh tiga pemeran, menceritakan percintaan Panji dan Kirana disutradarai oleh Abidin. Mohamad Nizar Rahmanto sebagai penulis naskah menuturkan bahwa “Lakon yang saya buat, sebenarnya terinspirasi dari cerita rakyat Jawa Timur, kisah Panji Asmarabangun dan Dewi Candra Kirana. Kemudian saya tulis ulang dengan cerita apa yang saya rancang sebagaimana yang telah terlihat di panggung pertunjukan itu,” ucapnya.

Pertunjukan ini, menampilkan pernak-pernik permasalahan dalam percintaan yang awal mulanya Panji menjalani cinta dengan Galuh Ajeng. Galuh mempunyai sahabat yaitu Kirana yang cantik nan menawan. Kemudian, Panji pun terpikat dan kasmaran kepada Kirana sehingga ia bisa didapat. Akhirnya Galuh diputus oleh Panji. 

Ketika sudah menjalani cinta dengan Panji selama satu tahun, Kirana sadar bahwa ia berhubungan dengan mantan kekasih sahabatnya. Ia menganggap hubungan itu salah. Awal-awalnya, ketika Galuh tahu bahwa Kirana berhubungan dengan Panji,  si Galuh sudah mewanti-wanti Kirana dan menyarankan untuk menjauh dari Panji. Namun, tetap saja Kirana semakin dekat berhubungan dengan Panji. 

Pada puncak dramatis, karena si Galuh tidak terima, sampai bercerita kepada Ayahnya tentang Panji yang berpaling kepada Kirana. Sementara Galuh masih menyayanginya dan merasa juga tidak pernah berkhianat selama mempunyai hubungan.

Kekecewan dan perasaan sakit semakin mendalam. Kemudian apa yang terjadi, di dalam adegan yang ditampilkan, si Galuh membawa foto Kirana, seperti tidak ada jalan lain. Galuh nekad membunuh Kirana dengan cara menyantetnya. Kemudian lampu black out dan disambung riuh tepuk tangan penonton. Kemudian dilanjut dengan lagu “Cinta Sampai di Sini-D’Masiv” sebagai penutup.

Setelah pentas, wartawan porosinformatim.com menyempatkan diri untuk menemui para aktor. Hasbi panggilannya, salah satu aktor yang memerankan sebagai Panji menyampaikan “Saya sebagai aktor dalam pementasan ini, melakukan upaya untuk tampil maksimal. Supaya bisa mendalami betul karakter apa yang harus saya perankan. Saya juga ucapkan terimakasih untuk UKM SB yang telah memberi ruang untuk mengekspresikan/menampilkan karya kami hasil kolaborasi Sabda Theatre dengan UKM Musik C’34”.

Alda yang berperan sebagai Galuh Ajeng menyambungkan “semoga UKM SB ke depannya makin kreatif, inovatif dan selalu segar dalam menjalankan program-program kegiatan”, imbuhnya. (lubet)