Belajar Pantomime Gratis Diprakarsai oleh MATOH MIME Sanggar Oknum Bojonegoro

Bojonegoro, Porosinformatif – Sekelompok anak muda Kabupaten Bojonegoro yang tergabung di Sanggar Oknum Bojonegoro menginisiasi sebuah bentuk pergerakan mencerdaskan anak bangsa lewat pembelajaran seni pantomime secara Gratis untuk anak-anak di Kabupaten Bojonegoro, Minggu (22/12).

Lewat divisi yang disebut “Matoh Mime” yang dalam Bahasa daerah Bojonegoro Matoh yang berarti bagus, hebat dan mantab, matoh mime diharapkan menjadi sebuah gerakan pembelajaran seni pantomime di Kabupaten Bojonegoro yang kelak akan menghasilkan seniaman-seniman muda yang pandai berpantomime.

Raseki Sesesetho, S.Pd, dipercaya oleh Sanggar Oknum untuk menjadi motor penggerak dari kegiatan belajar pantomime gratis, Raseki mengatakan pada wartawan porosinformatif bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap hari minggu bertempat di sekitar Air mancur alun-alun Bojonegoro.

Berawal dari kegelisaahan Raseki terhadap perkembangan seni Pantomime di Bojonegoro, dimana ketika ada moment Festival Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang salah satu tangkai lombanya adalah seni pantomime, barulah sekolah-sekolah dasar sibuk mencari pelatih pantomim dan mewadahi latihan pantomime di sekolah, namun setelah pelaksanaan FLS2N tersebut usai maka usai sudah pelatihan seni pantomime yang dilakukan sekolah.

Raseki Sesesetho, S.Pd yang merupakan lulusan Jurusan Sendratasi, FBS Unesa konsentrasi Drama ini merasa kasihan, terharu dan terpanggil hatinya melihat siswa-siswa sekolah dasar yang pernah dilatihnya guna keperluan Lomba FLS2N saja namun setelah itu tidak memiliki wadah untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka sementara keinginan dan semangat belajar Pantomim didiri mereka sangatlah besar.

Kini kegiatan pembelajaran pantomim secara gratis yang diinisisasi oleh Raseki Sesesetho, S.Pd, sudah mulai terlihat hasilnya, peserta tetap yang telah tercatat setiap minggunya untuk berlatih pantomim di Alun-alun Bojonegoro sudah berjumlah 10 orang dengan diantar oleh orang tuanya setiap hari Minggu pagi bersemangat mendatangi kegiatan pembelajaran tersebut.

Dengan perelengkapan sederhana, beralaskan banner bekas kegiatan sebagai lantai latihan serta tempat latihan seadanya, “Matoh Mime” berhasil mengikat hati para orang tua, hal ini terlihat selain mengantarkan anaknya untuk berlatih pantomim para orang tua menyempatkan diri untuk menunggu dan memperhatikan proses pembelajaran seni pantomim yang dilaksanakan, demikian halnya para masyarakat Bojonegoro yang biasanya pada hari Minggu melakukan olah raga disekitar alun-alun terkadang ikut serta dalam pelatihan pantomim yang dilakukan.

Diakhir pembicaraan dengan wartawan porosinformatif Raseki Sesesetho, S.Pd dan Rasyid Dedi Isnawan selaku pelatih kegiatan Belajar Pantomim Gratis mengatakan semoga dengan rintisan kegiatan yang kami ciptakan ini dapat menggugah seluruh kalangan bahwa kesenian tidak hanya dipersiapakan ketika ada perlombaan saja.

Karena pembelajaran kesenian yang berkelanjutkan juga dapat membentuk karakter anak, menjadikan anak memiliki keberanian tampil di muka publik, percaya diri dan dapat membekali anak untuk life skill mereka guna kehidupanya dimasa yang akan datang.

Reportase by : Indar Sabri