Karya Tari “Barong Wiro Wanito” Tercipta Dari Semangat Ibu Nafkahi Ketujuh Anaknya

159

Surabaya, Porosinformatif – Semangat dari seorang Ibu yang menafkahi ketujuh anaknya sebagai pembarong dadak merak reog, membuat Ajeng Mahasiswi STKW Surabaya Semester 7 menjadikan ide kreatif dalam karya “Barong Wiro Wanito”.

Karya yang akan dibawakan dalam Ujian Komposisi dan Kreatifitas Jenjang III, yang merupakan embrio karya Tugas Akhir nantinya.

Duet oleh Ajeng Klara Nufarida (20th) dan Mauludatus Solicha (23th) merupakan Mahasiswi STKW Surabaya Semester 7 Prodi Tari.

“Ujian ini duet dengan temen seprodi mas. Saya ambil peng-karyaannya sedang teman saya untuk penulisan skripsinya,” ujar Ajeng.

Penampilan karya nantinya akan disupport oleh peraga dari Unesa, Alumni SMKN 12 serta dari STKW Surabaya.

“Karya yang saya beri nama “Barong Wiro Wanito” ini berawal dari rasa penghargaan saya terhadap seorang ibu, yang menafkahi ketujuh anaknya dari tari barong reog. Beliau adalah Ibu Pergiwo yang tinggal di Jl. Gubeng Kertajaya Gang Reog Surabaya. Usia 64 tahun. Alhamdulillah beliau masih sehat dan masih berkecimpung melestarikan budaya tari barong reog,” katanya.

Tekad bulat sebagai penari jathilan di jalanan, yang notabene hanya untuk mencukupi kebutuhan ketujuh anaknya. Membuat Ibu Pergiwo kuat mengangkat dadak merak seberat 50 Kg.

“Beliau adalah seorang ibu yang sangat kuat sekali. Tanpa suami dengan tujuh anak, mungkin itulah dasar beliau untuk terus bekerja agar anak-anaknya bisa makan. Dari pengalaman itulah mas, saya membuat karya ini. Saya ingin sampaikan kepada khalayak akan ketulusan seorang ibu yang rela melakukan semua pekerjaan, sekalipun pekerjaan itu seharusnya dilakukan oleh laki-laki,” imbuhnya.

Karya yang akan dipentaskan di Pendopo Agung STKW Surabaya pada tanggal 17 Januari 2020 (Jum’at) pukul 18.30 Wib hingga selesai.

“Harapan saya, semoga nantinya selepas melihat pementasan tersebut. Anak akan lebih menghargai ibu. Karena Ibu akan rela melakukan apapun untuk mencukupi anak-anaknya. Tidak ada penyesalan dalam hidup beliau yang mempunyai dua kepribadian, yaitu menjadi ibu dan juga menjadi bapak yang menjadi tulang punggung keluarganya,” akhir penyampaiannya kepada media porosinformatif.com.

Reportase by : Icha Rahmawati