Polda Bali Gelar Upacara Melaspas Guna Doa Bersama Mewujudkan Kesuksesan Dan Kelancaran Pilkada Tahun 2020 Di Provinsi Bali

35

Bali, Porosinformatif – Upacara Melaspas adalah upacara dalam rangka membersihkan dan penyucian bangunan yang baru selesai dibangun dan ditempati. Kata Melaspas berasal dari bahasa Bali yang terdiri atas dua kata Mlas dan Pas. Dimana arti kata mlas adalah pemisah dan Pas adalah cocok.

Polda Bali menggelar Upacara Melaspas, Caru Rsigana, Caru Panca Kelud dan Upakara Pemali Agung. Acara dilaksanakan di halaman depan Mapolda Bali, hari Sabtu (08/02) pukul 08.00 Wita.

Upacara Pemelaspasan Mapolda Bali dipuput oleh tiga Ida Pedanda beserta 88 Pemangku dari masing-masing wilayah Bali. Adapun rangkaian upacara diawali dengan Caru Rsigana, Caru Panca Kelud dan Upakara Pemali Agung disertai dengan tarian Sidakarya. Selanjutnya pembersihan diri yang dilaksanakan oleh Kapolda Bali, PJU beserta undangan lainnya.

Kapolda Bali menyampaikan dalam sambutannya bahwa sebagai umat yang percaya mari kita panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatnya kita dapat melaksanakan upacara ini.

“Tadi kita telah melaksanakan kegiatan upacara pecaruan agung yang mana umat hindu sangat mensakralkan upakara ini, selain pemangku yang hadir dengan jumlahnya 88 (delapan puluh delapan) Candi bentarnya juga dibentuk dengan angka delapan, kita diberikan kepercayaan oleh rakyat Bali untuk melindungi rakyat Bali,” kata Kapolda Bali.

Bali merupakan Provinsi yang memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan tinggi berupa adat istiadat, agama, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal yang khas serta memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi, sehingga Bali mempunyai daya tarik yang tinggi menjadi Destinasi Pariwisata Dunia, dengan julukan “Pulau Seribu Pura” yang harus di lestarikan dan dijaga bersama.

“Pembangunan kantor ini berlandaskan dari Hasta Brata yang ke 5 yaitu Yama Brata yang berarti keadilan. Kantor kita dibangun adalah untuk melayani rakyat Bali dengan azas keadilan, sehingga pada upacara inilah mari kita berdoa bahwa kita mempunyai kantor yang megah ini agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik serta Doa Bersama dari para sulinggih dan Pemangku serta seluruh anggota Polda Bali juga diharapkan dapat membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada Tahun 2020 di Provinsi Bali,” harap Kapolda.

Sebelumnya Polda Bali sudah berhasil dalam pelaksanaan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019. Hal itu tidak lepas dari kerja sama antara stake holder dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk Tokoh Agama, Tokoh Adat yang berperan aktif dalam membantu aparat TNI/Polri sehingga situasi Kamtibmas pasca Pilpres masih tetap kondusif.

“Berkaitan dengan persiapan menjelang Pilkada tahun 2020 kami telah melakukan mapping terhadap situasi yang menjadi potensi konflik menjelang pelaksanaan Pilkada tahun 2020, namun saya rasa tidak ada hal-hal yang signifikan yang dapat menganggu proses jalannya Pilkada tahun 2020, sekalipun ada kami telah melakukan upaya antisipasi, tapi mudah-mudahan tidak ada gejolak yang dapat menganggu jalannya Pilkada tahun 2020,” tegas Kapolda Bali.

Tampak hadir dalam upacara Wakapolda Bali Brigjen Pol Drs. I Wayan Sunartha, Ketua Bhayangkara Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Irwasda Polda Bali Kombes Pol Drs. I Nyoman Sumanajaya, Seluruh Pejabat dan personil Polda Bali, Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, Penglingsir Puri Pemecutan A.A Ngurah Manik Parasara, Penglingsir Puri Kesiman A.A Ngurah Kusuma Wardhana, Penglingsir Puri Satria, Kelihan Dinas Banjar Kertabuana, Ida pedanda Wayahan wana sari (siwa) Griya Wanasari Sanur, Ida Dalem Surya Darma Sogata (buda) Griya Puri Agung Klungkung, Ida Resi Bujangga Penatih (Bujangga) Griya Penatih.

Reportase by : Totok Waluyo