Pagelaran Festival Bahasa dan Sains Tingkat SMP/MTS Oleh Yayasan Al-Mujtama’

59

Pamekasan, Porosinformatif – Yayasan Al Mujtama’ sukses menyelenggarakan Festival Bahasa dan Sains, tingkat Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu (09/02) kemarin. Para siswa SMP/MTS Se-derajat dengan antusias mengikuti acara tersebut. Baik itu sebagai peserta, maupun sebagai suporter untuk memberi semangat terhadap teman-temannya.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dengan diawali pemukulan gong oleh Wabup Pamekasan. Dimana panitia yang bertugas sebagai penanggung jawab acara ialah Siswa Madrasah Aliyah.

“Dengan penuh kerja keras dan semangat tanpa menyerah akhirnya acara ini terselenggara juga. Tak ada satupun yang mengeluh karena lelah, yang ada semua bahagia karena merasa telah berbuat sesuatu untuk pesantren yang dicintai, inilah salah satu kebaikan yang bisa dirasakan di pesantren ini,” kata salah satu panitia kepada media Porosinformatif.

Acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan, dengan penuh semangat Wabup sangat mengapresiasi acara festival ini. Meskipun dengan rasa menyesal Pemerintah Daerah belum bisa mensupport secara maksimal atas terselenggaranya acara seperti ini.

“Semoga pada penyelenggaraan selanjutnya Pemerintah Daerah akan turut berpartisipasi, sebab acara ini memang sangat positif,” ungkap Wabup dalam sambutannya.

Wartawan porosinformatif.com dalam liputan kali ini, sengaja meliput lomba baca puisi. Selain paling bergairah, lomba baca puisi ini diikuti 46 siswa sebagai peserta yang tampil dengan penuh semangat serta saling menunjukkan tampilan terbaiknya.

Juri Lomba menghadirkan Kiyai Totok, Ustadz Tocil dan Dosen Roci, juga tampak begitu hati-hati dalam menilai dan diharapkan benar-benar tidak menimbulkan tanda tanya bagi peserta lainnya.

Hal ini bahkan diungkapkan langsung oleh dewan juri terhadap wartawan porosinformatif.com bahwa pilihan juri nantinya, diharap semua bisa menerimanya karena memang sang juara pantas mendapatkannya.

Dan setelah pengumuman sang juara, semua mengakui bahwa memang jelas, ada beberapa siswa yang benar-benar menonjol dibandingkan yang lainnya. Sehingga semua saling menerima dan menjadikan event ini paling dinanti untuk diikuti pada tahun selanjutnya.

Sebelum penyerahan piala, salah satu perwakilan juri memberikan evaluasi, bahwa dari sekian banyak penampilan hampir menyeluruh sama gaya dan bentuknya, ibarat pepatah satu guru satu ilmu. Ini sangat disayangkan, sebab yang tampak dan terasa, siswa yang tampil adalah bentukan dari para gurunya, bisa jadi hasil mencontoh, bukan dari hasil pencarian siswa itu sendiri.

Semoga kedepannya para pelatih atau guru, bisa mengarahkan siswanya di lain kesempatan untuk menemukan gayanya masing-masing, agar ada variasi dalam membaca puisi, karena yang diharapkan ialah orisinalitas siswa itu sendiri.

Festival kali ini terselenggara untuk yang ke empat kalinya dan semua peserta, panitia bahkan seluruh guru yang hadir tampak bersuka cita, karena acara berjalan sukses dan lancar. Diakui oleh peserta, bahwa penjurian berjalan adil dan jujur, inilah yang diharapkan sportifitas.

Reportase by : Roci Marciano
Editor by : Totok Waluyo