Jembrana, Porosinformatif – Polres Jembrana gelar press release terkait kasus Ilegal loging dengan tersangka I Kadek Raun (37 th) beralamat Br. Palarejo, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, yang dipimpin Waka Polres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, S.I.K mewakili Kapolres Jembrana, Rabu (04/03) siang tadi.

Tersangka nekat mencuri kayu di hutan dengan tujuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri, dengan menebang pohon lindung di hutan lindung Eka Sari, pada hari Sabtu (01/02) sekira pukul 18.30 wita, dan hasilnya diproses di gudang serkel milik I Wayan Astianto.

“Atas informasi masyarakat anggota Buser Satuan Reskrim Polres Jembrana melakukan penyelidikan, hingga akhirnya mendapatkan 84 batang kayu hutan jenis buluh di Gudang serkel milik I Wayan Astianto yang beralamat di Banjar Parwatasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana,” ungkap Waka Polres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Yogi Pramagita, S.I.K dan Kasubag Humas Iptu I Made Kerta Buana Alit.

Lanjut Wakapolres jelaskan “Dari hasil interogasi terhadap I Wayan Astianto, kayu-kayu dimaksud diketahui dibawa oleh I Kadek Raun, namun tidak mengetahui mengenai maksudnya membawa kayu tersebut, atas informasi I Wayan Astianto tersebut, anggota Buser berhasil mengamankan Tersangka I Kadek Raun, dan tersangka mengakui semua kayu miliknya sendiri dengan tujuan untuk merehab rumahnya sendiri,” pungkasnya.

Kompol Supriadi Rahman, S.I.K menambahkan “Atas tindakan tersangka, yang dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki kayu hasil hutan lindung yang tidak dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan, dan/atau melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin yang dikeluarkan pejabat berwenang yang dilakukan oleh orang perseorangan yang bertempat tinggal didalam dan/atau disekitar kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (1) huruf b Yo pasal 12 huruf e dan, Pasal 82 ayat (2) Yo pasal 12 huruf b UURI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dikenakan pidana paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 5 tahun penjara. (tim)