Tikus Desa Penggerogot Dana Kematian Ditangkap Polisi

Satuan Reskrim Polres Jembrana ungkap Kasus Tipikor

39

Jembrana, Porosinformatif – Kasus penyalahgunaan santunan kematian yang ditangani penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Jembrana sudah rampung dan ditetapkan sebagai tersangka. Tumari (43) Kepala Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, terang Waka Polres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, S.I.K, pada Giat Press Release, Rabu (4/3) di Polres Jembrana.

Kasus penyalahgunaan santunan kematian ini berlangsung pada bulan Januari 2015 sampai dengan bulan Desember 2015 dilakukan oleh tersangka selaku Kepala Lingkungan Asih Gilimanuk, dimana tersangka mengajukan berkas santunan kematian berkerjasama dengan Indah Suryaningsih (yang diajukan dalam berkas lain) sebagai staf pada Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jembrana.

“Diketahui berkas-berkas yang diajukan tersangka Indah Suryaningsih tidak pernah diverifikasi, dan ada pula yang diajukan secara fiktif dengan cara merekayasa dokumen kelengkapan berkas, dan pengajuan berkas untuk satu orang diajukan lebih dari satu kali,” ungkap Waka Polres Jembrana Kompol Supriadi Rahman S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Yogi Pramagita, S.I.K dan Kasubag Humas Iptu I Made Kerta Buana Alit.

“Dari 2.387 (dua ribu tiga ratus delapan puluh tujuh ribu) warga Kabupaten Jembrana, yang menerima santunan kematian, dimana untuk di Lingkungan Asri, Kel. Gilimanuk, Kec. Melaya, Kab. Jembrana, berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara nomor : SR-180/PW22/5/2017 tanggal 3 Mei 2017 yang dibuat oleh auditor dari BPKP Perwakilan Provinsi Bali, ditemukan pengajuan fiktif/rekayasa,” ungkapnya.

“Tersangka mengajukan lebih dari satu kali/pengajuan yang berulang sebanyak 301 berkas dengan nilai kerugian keseluruhan Rp 451.500.000 (empat ratus lima puluh satu juta lima ratus ribu rupiah),” kata Kompol Supriadi Rahman, S.I.K. (tim)