Wedakarna Dipolisikan Atas Dugaan Kasus Penganiayaan

"Mengingat Negara Indonesia adalah negara hukum, siapapun tetap harus diproses terhadap apa yang diperbuatnya," tegas Ajik Anom sapaan akrab kesehariannya kepada media yang hadir sore tadi.

301

Denpasar, Porosinformatif – Dugaan penganiayaan yang dilakukan I Gusti Ngurah Arya Wedakarna pada hari Kamis (05/03) di kampus Universitas Mahendradatta, telah masuk tahap berita acara pemeriksaan (BAP) di Polda Bali, hari Minggu (08/03) tadi malam oleh Komponen Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari gabungan Sandi Murti, Puskor Indonesia dan Cakra Wahyu.

Laporan yang diterima dengan nomor LP 135 ini, hingga pukul 02.00 Wita dini hari langsung mendapatkan atensi dari pihak kepolisian.

Ketua KRB I Gusti Agung Anom Hartawan saat gelar conpress di Markas Besar KRB Jl. Tukad Citarum Blok P No. 2 mengatakan, bahwa kebenaran harus diungkap. Siapapun pelakunya, tetap harus diusut.

“Mengingat Negara Indonesia adalah negara hukum, siapapun tetap harus diproses terhadap apa yang diperbuatnya,” tegas Ajik Anom sapaan akrab kesehariannya kepada media yang hadir sore tadi.

Dugaan perbuatan penganiayaan ternyata tidak hanya sekali dilakukan oleh terduga AWK kepada korban dengan inisial PTMD (21th). Hal ini disampaikan orang tua kepada tim pendamping korban yakni KRB. Ibu korban menyatakan dugaan penganiayaan sudah tiga kali diterima korban, yang kesehariannya merupakan ajudan AWK.

“Nah yang terakhir kemarin, merupakan puncak tidak terimanya orang tua korban. Setelah melihat lebam dan memar, hasil dari perbuatan AWK terhadap anaknya. Si orangtua langsung menghubungi kami, guna pendampingan terhadap korban,” terang Agung Sanjaya Dwijaksara, S.H selaku kuasa hukum korban.

Seorang Dewan Perwakilan Daerah yang seharusnya mengayomi dan memberikan perlindungan terhadap masyarakat, malah berlaku tidak bijaksana mengingat gelar Senator melekat pada dirinya.

Khismayana Wijanegara, S.H, Wakil Ketua KRB menambahkan, siapapun orangnya jika berbuat tidak benar di mata hukum tetap harus diproses.

“Siapapun orangnya tetap harus di proses secara hukum. Sekalipun beliau adalah Senator sekalipun. Hal ini agar keajegan dan kedamaian di Pulau Bali tetap terjaga,” imbuhnya.

Bersamaan dengan itu, wartawan Porosinformatif mencoba menghubungi dan mengklarifikasi terduga terlapor melalui telepon, tidak ada respon hingga saat ini.

Reportase by : Totok Waluyo