Apa Sih Kartu Pra Kerja ?

67

Denpasar, Porosinformatif – Saat masa kampanye Pemilu Presiden 2019, Kartu Pra Kerja dipromosikan oleh Joko Widodo bersama dengan kartu KIP Kuliah dan Kartu Sembako Murah. Kartu Prakerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki ketrampilan.

Kartu Prakerja awalnya akan diluncurkan pada bulan Januari 2020, tapi karena implementasi teknis maka peluncurannya diundur hingga Maret 2020.

Namun pada saat soft launch program Kartu Prakerja, dimana situs akan beroperasi secara menyeluruh pada minggu kedua bulan April. Tepatnya tanggal 11 April 2020 hari Sabtu, dari rencana awal tanggal 9 April 2020.

“Tanggal peluncuran ini berubah sedikit, karena perlu memastikan situs dapat memberikan layanan yang handal dan aman serta demi memitigasi adanya kendala-kendala teknis pada saat pendaftaran dimulai. Kami tidak ingin nantinya ada pendaftar yang kecewa karena kendala teknis. Kami saat ini juga aktif berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait di pemerintahan tentang perubahan jadwal ini,” ujar Panji Winanteya Ruky, Direktur Komunikasi Program Kartu Prakerja.

Program Kartu Prakerja akan membuka pendaftaran dengan kuota untuk 164 ribu orang per-minggunya, untuk menyasar sekitar 5,6 juta pendaftar selama tahun 2020.

“Sesuai arahan Pak Presiden Joko Widodo, program Kartu Prakerja ini akan menjadi program bantuan bagi mereka yang kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan akibat pandemic Covid-19. Kami mengajak masyarakat untuk menyiapkan informasi seperti data diri, NIK, no HP, email dan sebagainya agar dapat sukses mendaftar di situs resmi tanggal 11 April nanti,” imbuhnya.

Diharapkan dengan adanya program Kartu Prakerja ini, warga negara Indonesia bisa memiliki skill, pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas agar siap dalam menyongsong industri 4.0.

Airlangga Hartarto menambahkan bahwa, Program Kartu Prakerja kini telah disesuaikan tidak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda namun juga bagi mereka yang terkena dampak langsung dari Covid-19. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 20 triliun untuk hal ini. “Kami harap program ini dapat membantu daya beli para pekerja dan pelaku usaha mikro dan kecil yang mengalami penurunan pendapatan/kehilangan mata pencaharian,” katanya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Inpres No. 4 Tahun 2020 tentang Recofusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 guna memberikan perlindungan sosial dan menanggulangi dampak Negatif dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional.

Reportase by : Totok Waluyo