Pekerja Migran Indonesia (PMI) Adalah Pahlawan Devisa Negara, Jangan Tolak Kepulangannya

“Mari kedepankan nilai-nilai kemanusiaan, sikap sopan santun, menyama braya, parasparo, dan membangun kebersamaan dengan rasa suka-duka sesama semeton Bali sesuai dengan nilai-nilai budaya Bali,” kata Gubernur Bali Wayan Koster.

Denpasar, Porosinformatif – Gubernur Bali, Majelis Desa Adat dan PHDI Bali membuat seruan bersama yang diantaranya agar seluruh komponen masyarakat Bali tidak melakukan gerakan penolakan tempat karantina PMI. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bali di Rumah Jabatan, Jaya Sabha, Sabtu (18/4) sore.

Beliau juga mengingatkan agar masyarakat mengikuti himbauan dan Instruksi untuk tetap tinggal di rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah, dan membatasi aktivitas keluar rumah serta membatasi interaksi dengan masyarakat yang melibatkan banyak orang. Bila ada kepentingan mendesak harus keluar rumah maka harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan mengikuti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami menyerukan kepada masyarakat Bali agar selalu mengikuti informasi yang resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah dan Pemerintah Daerah, dengan tidak mudah mempercayai berita bohong (HOAX), tidak mudah terprovokasi oleh siapapun juga yang tidak bertanggung jawab,” ujar Gubernur Koster.

Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditegaskan Gubernur Bali telah mengikuti prosedur pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Dimana PMI yang hasil pemeriksaan rapid testnya positif, maka langsung ditangani oleh gugus tugas untuk pemeriksaan lanjutan PCR di Rumah Sakit Sanglah.

“Untuk yang negatif, diarahkan ke hotel atau tempat yang disediakan guna menjalani karantina selama 14 hari sesuai dengan protokol pencegahan covid-19,” imbuhnya.

Adapun PMI yang dikarantina adalah warga Bali yang dipulangkan oleh perusahaan dari Negara mereka bekerja, yang notabene mereka adalah pejuang devisa untuk Bali khususnya dan Indonesia umumnya.

Reportase by : Totok Waluyo