Tempat Usaha Dihimbau Tutup Jam 9 Malam !! Pengusaha Buka Suara

55

Denpasar, Porosinformatif – Himbauan physical distancing dari pemerintah pusat maupun daerah meninggalkan dilematis tersendiri. Diharapkan dengan penutupan tempat usaha lebih awal, bisa memutus mata rantai virus Corona yang biasa disebut Covid-19.

Lain halnya dengan penuturan politikus yang sekaligus pengusaha di Bali, Nanang Saputra, S.E membuka suara berharap agar pemerintah pusat maupun daerah meninjau ulang dengan masak, agar tempat usaha bisa dibuka seperti sedia kala.

Bukannya tanpa alasan, banyak sudah para pengusaha gulung tikar dengan kondisi pembatasan jam usaha. Dampak signifikanpun juga dirasa oleh para pekerjanya, dengan merumahkan bahkan memutus hubungan kerja karyawannya.

“Kalo sudah seperti ini, tidak hanya para pengusaha yang mengalami kesulitan. Masyarakat Indonesia umumnya yang notabene sebagai pekerja juga merasakan, karena pemutusan hubungan kerja,” tegasnya kepada media di kediamannya, Denpasar Utara, Minggu (19/04) kemarin siang.

Kondisi perekonomian yang sangat terpuruk dengan adanya virus Corona, sangat membawa dampak tidak baik bagi masyarakat saat ini.

“Oleh sebab itu, saya selaku pelaku usaha berharap kepada pemerintah untuk meninjau ulang, himbauan terkait penutupan jam usaha. Ini bukannya tanpa alasan, bilamana masyarakat sangat membutuhkan barang kebutuhannya dan itu mereka ketahui saat pukul delapan malam, maka mau tidak mau mereka harus berbelanja meskipun toko dalam kondisi ramai pembeli. Disinilah masalah itu akan timbul, karena mereka juga akan menumpuk disatu tempat,” ujarnya.

Nanang Saputra, S.E menambahkan bahwa, jika toko atau tempat usaha apapun dibuka seperti sedia kala, maka masyarakat akan dengan sendirinya menjauhi toko yang ramai pembeli, untuk beralih ke toko satunya. Sehingga kerumunan masyarakat bisa terurai.

Penurunan omset sebesar 75 %, sungguh membuat kondisi pelaku usaha mengalami kehancuran.

“Apa yang bisa diharapkan dengan penurunan omset sebesar itu. 25 % adalah angka yang sangat tidak baik bagi para pengusaha. Tapi saya tetap berusaha agar karyawan saya masih mendapatkan hak-haknya,” tutupnya.

Reportase by : Totok Waluyo