Pegawai Lapas Perempuan LP Kerobokan Kepergok Menyelundupkan Narkoba

105

Narkoba merupakan musuh daripada suatu bangsa dan negara. Tidak hanya kaum millenial sasarannya, siapapun bisa menjadi korban. Kali ini, pegawai lapas yang tugasnya menjaga dan memutus mata rantai peredaran narkoba, malah menjadi pelaku utamanya.

Badung, Porosinformatif – ER (27th) merupakan salah satu pegawai lapas LP Kerobokan yang kepergok teman sejawatnya dalam upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Selasa (28/04) sekira pukul 19.00 Wita.

Berawal dari pelaksanaan penggeledahan terhadap semua yang masuk ke dalam lapas, merupakan SOP yang dilakukan oleh petugas P2U untuk mencegah barang-barang yang dilarang seperti HALINAR (Hp, Pungli dan Narkoba) masuk ke dalam lapas.

ER merupakan petugas regu jaga IV yang akan menggantikan regu jaga I. Saat memasuki P2U dilakukan pemeriksaan oleh tim P2U atas nama Dhayani dan Mita dengan menggunakan x-ray dan dilanjutkan dengan penggeledahan manual terhadap barang-barang bawaan dan badan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan petugas atas nama Dhayani, mencurigai barang bawaan berupa batok carger jenis Samsung galaxy s berwarna putih yang warnanya sudah lusuh dan kotor di dalam tas,” ujar I Putu Surya Dharma, Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kanwil Kemenkumham Bali dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Rabu.

Kecurigaan ternyata mendapatkan hasil, batok carger dalam kondisi tidak tertutup dengan rapat pada penutup atas cargernya. Setelah dibuka ditemukan barang berupa bungkusan yang didalamnya ada butiran berwarna putih yang dicurigai sejenis narkoba (sabu-sabu).

“Lalu ditanyakan kepada yang bersangkutan barang apa ini dan dijawab tidak tahu dan itu bukan miliknya. Kemudian petugas Dhayani meminta yang bersangkutan untuk mengeluarkan barang tersebut, namun tidak berhasil karena kondisinya terlalu kecil di dalam batok carger sehingga harus dicongkel menggunakan gunting, baru barang tersebut dapat dikeluarkan,” terang Surya.

ER merupakan pegawai kelahiran Bangli, 24 Oktober 1993 yang direkrut pada tahun
2017 dengan pangkat Pengatur Muda (II/a) dan mulai bertugas di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar mulai tahun 2018.

Setelah mendapatkan laporan dari Plh. Kalapas Perempuan melaporkan dan meminta petunjuk kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali
(Bapak Suprapto) dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian POLRES Badung.

Satresnarkoba Polres Badung datang, dengan terlebih dahulu melihat barang bukti tersebut yang diperkirakan seberat kurang lebih dari 1 gram. Selanjutnya Kalapas Perempuan menyerahkan ER kepada Kasat Narkoba Polres Badung yang disaksikan langsung oleh Kapolres Badung.

“Iya, yang bersangkutan sekarang ditahan di Polres Badung. Asal barang dan akan diberikan kepada siapa, itu masih pendalaman dari pihak kepolisian,” jelas Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, S.IK.

Reportase by : Totok Waluyo