Update Covid-19 !! Angka Kesembuhan PDP Di Bali Terus Mengalami Peningkatan

89

Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 88 orang (bertambah 7 orang WNI, terdiri dari 5 orang PMI dan 2 orang Non PMI). Jumlah pasien yang meninggal tetap empat orang (2 WNA, 2 WNI)

Denpasar, Porosinformatif – Data diatas yang menunjukan peningkatan angka kesembuhan, menunjukan bukti keseriusan Pemprov Bali melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam menangani wabah pandemi virus Corona.

Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra yang juga bertindak selaku ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kembali menyampaikan perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali pada Selasa (28/4) petang.

Dimana jumlah komulatif pasien positif 215 orang (bertambah 22 orang WNI, terdiri dari 9 PMI/imported case dan 13 Transmisi Lokal). Meski jumlah pertambahan kasus positif hari ini tercatat cukup tinggi dan tidak pernah terjadi sebelumnya jumlah sebesar ini di Bali, namun juga dibarengi dengan angka kesembuhan yang signifikan.

“Keseluruhan jumlah kasus positif ini dapat saya rinci WNA sebanyak 8 orang, WNI sebanyak 207 orang. 207 orang WNI ini bisa dirinci lagi, 133 orang positif karena imported case (mayoritas pekerja migran Indonesia), 20 orang positif berasal dari daerah terjangkit, sedangkan 54 orang merupakan transmisi lokal,” terang Sekda.

Pertambahan kasus transmisi lokal hari ini (Selasa, 28/4) sejumlah 22 orang, 13 diantaranya transmisi lokal. Dari 13 orang ini dilaporkan, sejumlah 8 orang berasal dari satu banjar di Bangli dan 4 orang juga berasal dari satu lingkungan di Karangasem.

Penyebab utama kasus transmisi lokal baru ini adalah mereka mendapatkan penularan, karena kontak dengan orang yang positif terlebih dahulu yakni PMI yang pulang dan melakukan karantina mandiri di rumah. Menurut laporan, PMI tersebut tidak menunjukkan gejala.

“Dari kasus yang terjadi di Bangli dan Karangasem, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa arahan-arahan Pemprov dan Gugus Tugas Provinsi Bali, oleh Bupati/walikota se-Bali pada tingkat implementasinya di lapangan belum dijalankan secara penuh dan disiplin,” tegasnya.

Sekda menghimbau kepada masyarakat dan khususnya para PMI guna mengikuti arahan pemerintah dengan baik, untuk melakukan karantina mandiri di rumah, menjaga jarak, melaksanakan PHBS.

“Maka kasus seperti ini pasti tidak akan terjadi. Kasus hari ini menunjukkan ketidak disiplinan dan ketidaktaatan kepada arahan pemerintah dan protokol penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan peristiwa ini bisa menginspirasi kita semua tentang pentingnya disiplin melaksanakan protokol pencegahan Covid-19,” tutupnya.

Reportase by : Totok Waluyo