Bendesa Adat Angantiga Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19 Dengan Bagi 25 Kg Beras

Badung, Porosinformatif – Imbas menurunnya sosial ekonomi di masyarakat terdampak Covid-19, menjadikan kegalauan tersendiri bagi hampir seluruh masyarakat di dunia. Terlebih bagi pegawai yang dirumahkan dan berujung pemutusan hubungan kerja.

Perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terbawah, sangat diharapkan berperan aktif guna kelangsungan hidup warga suatu daerah. Oleh karena itu, melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi, Bendesa Adat Angantiga I Made Calok segera mengalokasikan bantuan berupa beras 1 (satu) zak dengan berat 25 Kg/KK.

“Dalam wilayah adat Angantiga terdapat dua umat, Hindu dan Islam. Yang keberadaannya sangat berimbang. Disini saya harus adil, mengingat keduanya sangat terdampak Covid-19,” ujar Bendesa Adat yang sebelumnya pernah menjabat selama tiga periode di tahun 1999.

Bantuan beras 25 Kg yang dialokasikan, nantinya akan digelar sampai habis tahun 2020. Jadi dari pelaksanaan awal bulan Mei per tanggal 5, sisanya kurang tujuh bulan lagi hingga Desember 2020.

“Kita bagikan per tanggal 5 awal bulan. Dana Bantuan Keuangan Khusus atau yang biasa disebut BKK dari Pemprov, harus segera kita bagikan ke masyarakat. Untuk bantuan berupa uang tunai juga ada nantinya, masih menunggu proses selanjutnya,” terangnya.

Saudara tertua dari empat bersaudara ini menambahkan, bahwa mandat Bendesa Adat yang diembannya sekarang ini merupakan tuntutan seluruh warga desa Angantiga.

“Oleh karena kepercayaan dari masyarakat, yang notabene 100 % menghendaki saya menjadi Bendesa Adat lagi. Apa boleh buat mas, saya harus menjalankan amanat masyarakat dengan bertanggung jawab,” imbuhnya.

Beliau juga berharap agar Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah, untuk lebih memandang jauh kebawah dalam hal terpuruknya sosial ekonomi masyarakat terdampak Covid-19. Beliau juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar lebih bersabar dalam menghadapi pandemi yang melanda.

Reportase by : Totok Waluyo