Unsur Pidana Sudah Lengkap, Proses Hukum AWK Segera Ditindak

Denpasar, Porosinformatif – Penganiayaan berujung pelaporan oleh korban yang didampingi Komponen Rakyat Bali (KRB) melalui tim kuasa hukum. Dimana korban yang notabene adalah ajudan pribadi AWK dalam kesehariannya.

Hari Rabu (13/05) tim kuasa hukum menghadap Ditreskrimum Polda Bali, guna menindak lanjuti laporan kasus hukum penganiayaan yang dilakukan AWK (terlapor) sebulan lalu.

“Tujuan utama kita menindak lanjuti laporan sebulan yang lalu. Sampai dimana perkembangan kasus tersebut ?. Disini kita berkoordinasi dengan Bapak Kasubdit yang menangani kasus ini,” terang A.A Ngurah Mayun, S.H selaku Ketua Tim Kuasa Hukum korban.

Tampak Ketua Tim Kuasa Hukum korban didampingi oleh rekan lawyer lainnya seperti Made Wipra, S.H, Agung Sanjaya, S.H, Jero Ong Adi Susanto, S.H, Khismayana Wijanegara, S.H serta Ketua KRB I Gusti Agung Anom Hartawan saat berada di Mako Polda Bali siang tadi.

Ngurah Mayun menambahkan, dirinya beserta kolega yang hadir saat ini sangat berharap proses hukum segera berjalan dan ditindak lanjuti oleh Kepolisian.

“Mengingat unsur-unsur terhadap kasus hukum tindak pidana sudah lengkap. Saksi-saksi pun juga sudah dipanggil dan memberikan keterangan. Saya berharap pihak kepolisian bisa melakukan gelar perkara,” tegasnya.

Lebih lanjut Ketua Tim Kuasa Hukum korban menyampaikan bahwa, pihak Kepolisian memberikan atensi lebih dalam kasus ini. Namun tetap mengikuti dan menyesuaikan urutan kasus di Polda.

Bersamaan waktu Ketua KRB juga turut menegaskan bahwa, kedatangan Tim KRB dan kuasa hukum korban, berharap agar seyogyanya proses hukum tindakan penganiayaan segera di proses.

“Hari ini kita dari KRB dan tim kuasa hukum melakukan koordinasi. Kita sebagai masyarakat menginginkan kejelasan dan kepastian hukum dalam kasus penganiayaan yang dilakukan Arya Wedakarna (terlapor) dan kami memandang sudah memenuhi semua unsur pembuktian. Adapun hasil koordinasi tadi dari kasubdit I menyatakan akan melaksanakan gelar perkara dalam waktu dekat,” ujarnya.

Reportase by : Totok Waluyo