Bank Indonesia Provinsi Bali Gelar Program Sosial Bertajuk “Dedikasi Untuk Negeri” Penanganan Covid-19

117

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir ini, membawa dampak bagi seluruh sektor perekonomian di Indonesia. Pada kesempatan ini, Bank Indonesia Provinsi Bali akan membagikan 1.750 paket sarana kesehatan dan sembako yang terdiri dari 1 pcs hand sanitizer 100 ml, 10 kg beras, 3 kg gula pasir dan 3 kg minyak goreng. Acara yang diadakan di Graha Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali di Jl. Letda Tantular No. 4, Denpasar Timur, Rabu (24/06).

Denpasar, Porosinformatif – Pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan I 2020 menjalani kontraksi menjadi 1,14% (yoy) seiring dengan tertahannya kunjungan wisatawan ke Bali. Dari sisi pengeluaran, hampir semua komponen mengalami kontraksi, kecuali konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif. Demikian juga dari sisi lapangan usaha. Hampir seluruh lapangan usaha utama Bali mengalami kontraksi kecuali pertanian dan konstruksi.

Pada bulan Mei 2020, Bali tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm), sedikit lebih rendah dibandingkan deflasi bulan sebelumnya (-0,33%) dan berbeda arah dengan inflasi nasional yang sebesar 0,07% (mtm). Komoditas penyumbang inflasi utama antara lain angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, cumi-cumi dan kangkung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali menyampaikan, UMKM sebagai salah satu roda penggerak perekonomian Indonesia juga tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Demikian juga dengan UMKM Binaan KPwBI Provinsi Bali. Hampir seluruh UMKM Binaan KPwBI terdampak Covid-19. Dampak yang dirasakan lebih kuat adalah yang bergerak di sektor kerajinan/industry kreatif/pariwisata.

“Meskipun telah melakukan shifting produksi menjadi masker bagi UMKM garmen/fashion serta meluncurkan inovasi produk-produk baru, namun sejumlah UMKM merasakan jatuhnya penghasilan dari ketergantungan terhadap sektor pariwisata,” ujar Trisno Nugroho.

Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan menurun pada triwulan II 2020. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan PSBB yang mengurangi aktivitas ekonomi.

Ekonomi diperkirakan akan mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan menurun pada kisaran 0,9% – 1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0% – 6,0% pada 2021.

“Bank Indonesia Provinsi Bali tentu tidak berdiam diri. Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), KPwBI Provinsi Bali telah melakukan pemberian paket APD dan sarana kesehatan serta paket sembako kepada gugus tugas Covid-19 di Kota Denpasar, RSUP Sanglah, RSUD Wangaya, dan RSUD Klungkung,” terangnya.

Trisno berharap agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi seluruh warga yang terdampak covid-19. “Mari kita bersama-sama bersinergi untuk mengatasi covid-19 karena ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi merupakan tanggung jawab kita semua,” imbuhnya.

Seraya menutup sambutan, Trisno Nugroho juga mengajak masyarakat membiasakan diri hidup berdampingan dengan covid-19. “Marilah kita tetap menjaga disiplin diri dan mengikuti setiap himbauan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

Editor : Totok Waluyo
Sumber : Humas KPwBI Provinsi Bali