Sat Reskrim Polres Buleleng Amankan Pelaku Pengancaman Dengan Senjata Tajam

106

Buleleng, Porosinformatif – Tersinggung karena diingatkan akan tunggakan cicilan, pelaku mengancam pegawai FIF cabang Singaraja dengan senjata tajam. Atas dasar perlakuan pelaku inilah, Gede Swasta (28th) yang beralamat di Desa Menyali Kecamatan Sawan, melaporkan kejadian sesuai dengan laporan polisi Nomor LP-B/81/VI/2020/Bali/Res Buleleng tanggal 24 Juni 2020.

Satreskrim Polres Buleleng yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto, S.H.,S.IK.,M.H segera melakukan pengungkapan dan penanganan kasus pengancaman dan membawa, menguasai dan atau memiliki senjata tajam tanpa izin yang terjadi pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2020 sekira pukul 12.00 Wita di Banjar Dinas Kajanan Desa Penglatan, Kabupaten Buleleng.

Di tempat kejadian perkara, tim opsnal unit 1 pidana umum satreskrim Polres Buleleng langsung menemukan pelaku yang bernama GSU, beralamat di banjar Dinas Kajanan Desa Penglatan Kecamatan dan Kabupaten Buleleng.

Pada diri pelaku ditemukan barang bukti senjata tajam berupa sebilah pedang dengan ukuran panjang sekitar 60 cm dengan gagang dari kayu berwarna coklat. Diakui oleh pelaku untuk melakukan pengancaman terhadap korban. Selanjutnya tim opsnal melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku dan didapatkan barang-barang berupa 2 buah tombak, dua pucuk senapan angin, 1 senjata pistol gas jenis organ, 3 buah pedang panjang dan 2 buah Sangkur yang semuanya diakui milik pelaku dan tanpa dilengkapi izin.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Buleleng untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku diduga melanggar pasal 368 ayat 1 Kitab Undang Hukum Pidana tentang pengancaman dengan pidana penjara paling lama 9 tahun dan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat RI nomor 12 tahun 1951 mengenai kepemilikan senjata tajam tanpa izin dengan pidana penjara paling lama 10 tahun,” jelas Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto S.H.,SIK.,M.H.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo