Bank Sampah Sundih Pertiwi Desa Kayu Putih, Resmi Dikukuhkan Perbekel Kayu Putih Dan Kadis DLH Kabupaten Buleleng

163

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., MAP., meresmikan dan mengukuhkan kepengurusan Bank Sampah Sundih Pertiwi Desa Kayu Putih Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.

Buleleng, Porosinformatif – Acara yang diselenggarakan di Wantilan Desa Kayu Putih, Kamis (09/07) dihadiri oleh Camat Banjar yang diwakili Secam Banjar, Kepala Bidang Pengelolaan sampah, Direktur Bank Sampah, Perbekel Kayu Putih beserta staf desa serta pengurus Bank Sampah Sundih Pertiwi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, bahwa sampah plastik merupakan polemik yang tidak hanya di Indonesia saja melainkan juga di dunia. Maka dengan sosialisasi proses pengurangan sampah dari sumbernya, yaitu dimulai dari lingkungan terkecil yakni rumah tangga.

“Sampah sebetulnya kalau dikelola dengan baik, akan memiliki nilai ekonomis tersendiri. Caranya kita harus memilah dan harus di pisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Apalagi sekarang Desa Kayu Putih sudah diresmikan Bank Sampah yang bisa menampung sampah dari masyarakat yang sudah dipilah dan bisa dikonversikan menjadi uang,” papar Putu Ariadi.

Mengingat sampah plastik dapat membawa dampak buruk bagi lingkungan terutama ekosistem laut. Dimana plastik merupakan material anorganik yang sulit terdekomposisi secara alami. Waktu penguraian material plastikpun membutuhkan kurang lebih sekitar 100 tahun.

Made Sudhiarta Perbekel Desa Kayu Putih dalam sambutannya menjelaskan, bahwa sampah plastik mengandung bahan toksin yang berbahaya. Apabila bahan toksin tersebut sampai pada ekosistem laut, maka dikhawatirkan akan menyebabkan organisme laut bisa terpapar.

“Permasalahan sampah plastik yang memiliki dampak besar bagi lingkungan perlu penanganan serius dan ditanggulangi secara menyeluruh,” tegas Perbekel yang murah senyum.

Dengan di kukuhkannya kepengurusan Bank Sampah Sundih Pertiwi Desa Kayu Putih yang bertepatan dengan dibukanya New Normal oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Made Sudhiarta berharap kepada pengurus Bank Sampah dan warga Desa Kayu Putih agar dapat memulai hidup baru, selalu menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dari sampah, terutama sampah plastik yang notabene bagian daripada program pemerintah Pusat yaitu Presiden Joko Widodo dan pemerintah Provinsi Bali I Wayan Koster.

“Kami berharap kepada warga Desa Kayu Putih, dengan adanya Bank Sampah ini, masyarakat dapat mengumpulkan sampah rumah tangga menjadi uang dan dapat menjaga lingkungannya jauh lebih bersih lagi,” ujarnya.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo