Launching Implementasi “QRIS” Di Rumah Sakit Bali Mandara, Wujud Sinergitas BI Dan Pemprov Bali

74


​Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Denpasar, Porosinformatif – Tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedapankan pada protokol kesehatan berupa pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan dalam sambutannya, bahwa rumah sakit merupakan tempat yang memiliki resiko cukup tinggi terjadinya penularan virus. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang menghindari untuk datang ke rumah sakit karena hal tersebut.

“Untuk itu penerapan protokol tatanan era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355 perlu lebih diperhatikan. Karena melalui penerapan tatanan kehidupan era baru ini diharapkan secara perlahan ekonomi Bali kembali bangkit,” ujarnya.

Oleh karena itu, tekad untuk terus melawan dan meminimalisir tersebarnya virus secara langsung melalui pembayaran tunai, Jum’at (24/07) Bank Indonesia bersama Pemprov Bali serta stakeholder me-launching implementasi penggunaan QRIS di Rumah Sakit Bali Mandara.

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di Rumah Sakit karena mendukung faktor clean, health dan safety yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

“Hal ini sejalan dengan himbauan WHO (World Health Organization) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless paymencontactless payment. Penggunaannya pun bisa diaplikasikan untuk jenis pembayaran apa saja meliputi penebusan obat, layanan laboratorium, konsultasi dokter hingga parkir dan kantin,” terang Trisno Nugroho.

Trisno menambahkan, kini jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Provinsi Bali hingga 17 Juli 2020 telah mencapai 108.573 merchant, meningkat sebesar 314% dibandingkan dengan awal tahun 2020 yang tercatat sebesar 70% selama masa pandemi.

“Merchant QRIS tersebut tidak hanya berupa merchant perdagangan ritel namun juga apotik hingga rumah sakit seperti Bali Royal Hospital (BROS), Surya Husadha Hospital, BIMC Siloam dan Rumah Sakit Umum Permata Hati yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan QRIS,” imbuhnya.

Diharapkan dengan implementasi digitalisasi berbasis QRIS di Rumah Sakit Bali Mandara, Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, dan Rumah Sakit Puri Raharja sebagai Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali ini dapat semakin mendorong percepatan dan perluasan penerapan tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali dengan harapan kedepan mampu memutus rantai penyebaran Covid-19 dan mengakhiri pandemi ini.

Kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru tidak lepas dari adanya kerjasama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat.

“Saya sangat yakin, apabila kerjasama yang telah terjalin ini dapat kita terus tingkatkan di semua sektor sosial dan ekonomi, maka sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi, pada triwulan III ini, Bali akan mampu pulih dan bangkit kembali,” tegasnya.

Tampak hadir Wayan Koster, Gubernur Provinsi Bali; Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wakil Gubernur Provinsi Bali; Dewa Made Indra, Sekretaris Daerah Provinsi Bali; Tjok Pemayun, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Bali; Elyanus, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusra; I Nyoman Sudharma, Direktur Utama BPD Bali; Kepala Organisasi Perangkat Daerah/Dinas Provinsi Bali; dr. Gede Bagus Darmayasa, Direktur Utama RS. Bali Mandara; dr. Ni Made Yuniti, Direktur Utama RS. Mata Bali Mandara; dr. I Nyoman Sutedja, Direktur Puri Raharja; dr. Ketut Suarjaya, Direktur Utama RS. Jiwa Provinsi Bali.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo