Perbekel Gunung Sari : Sebenarnya Langkah Mediasi Adalah Itikad Baik Kami Terhadap Made Astawa

78

Buleleng, Porosinformatif – Rasa keberatan masyarakat terhadap terbitnya Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama mantan Perbekel Gunung Sari periode 2014-2019, Made Astawa diatas sebidang lahan yang diklaim masyarakat sebagai fasilitas umum terus bergulir dan bahkan akan di Meja Hijaukan. Pasalnya langkah persuasif melalui mediasi sudah tidak digubris oleh pihak Made Astawa.

Ketut Pastika, S.H Perbekel Gunung Sari

Baca juga :

Mediasi yang menurut Tim Kuasa Hukum Made Astawa pada hari Senin (20/07) kemarin, tidak patut dihadiri karena pihak desa atau siapapun yang keberatan tidak mempunyai dokumen pembanding.

Ketut Pastika, S.H selaku Perbekel Gunung Sari segera mengapresiasi langkah yang diambil pihak dari Made Astawa tersebut. Pastika menjelaskan kepada awak media, bahwasannya langkah mediasi adalah langkah persuasif yang seharusnya dilakukan, mengingat perseteruan yang terjadi antar warganya bisa selesai secara kekeluargaan.

“Mediasi adalah itikad baik kami selaku pemangku jabatan di wilayah Desa Gunung Sari. Bagaimanapun juga Made Astawa adalah warga kami juga. Makanya saya selaku Perbekel mewakili masyarakat, sebenarnya berharap agar masalah ini tidak berkelanjutan di ranah hukum,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Desa Gunung Sari, Buleleng, Sabtu (25/07).

Namun ternyata maksud dan tujuan mediasi di salah artikan oleh Pihak Made Astawa, maka Ketut Pastika pun merespon dengan menggandeng Lembaga Komnaspan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami sekarang akan fokus pada desa, bagaimana desa yang saya pimpin ini masyarakatnya bisa sejahtera, aman, tentram dan nyaman. Oleh karenanya, permasalahan ini saya kuasakan kepada Komnaspan selaku Lembaga Penyelamat Aset Negara,” terangnya.

Baca juga :

Baca juga :

Pastika berharap masalah ini segera selesai, mengingat masih banyak Program Desa yang akan dikerjakan.

“Sebetulnya kami sudah mempunyai niat baik, kami selalu berusaha untuk melakukan mediasi dengan pihak Made Astawa, namun selalu gagal tidak ada titik temu, malah yang belakang ini dia tidak mau hadir, malah dia bilang kami hanya membuat dongengan dan dia tidak akan melakukan mediasi lagi,” jelasnya.

Baca juga :

Adapun untuk aduan ke Polres Buleleng, akan segera ditingkatkan menjadi pelaporan mengingat data dan bukti sudah disiapkan.

“Dengan adanya bukti-bukti yang ada, kami akan segera buat pelaporan dengan didampingi Komnaspan. Kalau masalah SHM okelah, tapi terbitnya sertifikat tersebut menyalahi aturan cacat hukum, kenapa saya bilang begitu ? Dalam permohonan pengajuan sertifikat banyak kebohongan baik dari silsilah, obyek tanah serta penandatangan penyanding. Dan masih banyak lagi yang lain dalam permohonan tersebut sarat dengan kebohongan,” ucap Pastika.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo