Program KKN Mahasiswa UNESA Di Era New Normal

96

Sidoarjo, Porosinformatif – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya semester enam menjalankan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Era New Nomal.

Memasuki Era New Normal di masa Pandemi Covid-19 ini Universitas Negeri Surabaya meluncurkan KKN Tematik yang terbagi dalam 4 jenis yaitu: kemanusiaan, kewirausahaan, mengajar di desa, dan proyek desa.

Tematik inilah yang menjadi acuan para mahasiswa untuk membuat program kerja di lapangan. Mengingat Jawa Timur pada umumnya dan Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) masih merupakan Zona yang perlu diperhatikan secara ekstra perihal penyebaran Pandemi COVID-19, maka mahasiswa kelompok 8 perlu membuat program kerja yang tepat guna sesuai kebutuhan masyarakat desa tempat lokasi dimana mereka ditempatkan.

Muhammad Ali Mas’ud selaku Ketua Kelompok, menyampaikan kepada Wartawan porosinformatif melalui sambungan jarak jauh, Sabtu (25/7) kemarin.

“Kelompok 8 yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bernama Raya Sulistyowati, S.Pd., M.Pd dibagi menjadi dua bagian yaitu kelompok 8A dan kelompok 8B yang masing-masing bagian beranggotakan 15 mahasiswa dari berbagai jurusan yang ada di Unesa,” ujar Mas’ud.

Sedangkan lokasi tiap bagian berbeda namun cukup berdekatan, Kelompok 8A berlokasi di Desa Balongbendo, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo dengan ketua kelompok: Muhammad Ali Mas’ud. Kelompok 8B berlokasi di Desa Klantingsari Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo dengan ketua kelompok: Ilham Devara Hendar Putra.

Lebih lanjut Mas’ud mengatakan, sebelum membuat pogram kerja, baik program rutin dan program unggulan kami melakukan survey terlebih dahulu ke desa bakal tempat kami diterjunkan, “dengan menemui perangkat desa dan melakukan observasi lapangan melihat potensi-potensi desa maka kelompok 8A memilik program unggulan bidang Kewirausahaan: Branding dan Pengenalan Marketplace online UMKM Atap Susu,” imbuhnya.

Sedangkan kelompok 8B memilih program unggulan di bidang Pendidikan dengan mengajar di Desa.

Program KKN yang dilaksanakan sejak tanggal 1-31 Juli 2020 ini memang sedikit berbeda dari program KKN sebelumnya, perbedaan yang sangat mendasar adalah pada program kali ini mahasiswa tidak disarankan untuk tinggal dalam satu posko di desa lokasi KKN sehingga mahasiswa bisa pulang ke rumah masing-masing, program kerja yang tidak menuntut kontak langsung dengan masyarakat seperti penyuluhan kesehatan dan bersih desa bisa dikerjakan di rumah mahasiswa dan melalui Daring/Online.

Berkat antusias masyarakat, bantuan dari para perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan danTim KKN Unesa serta tentu saja tidak lepas dari kepiawaian mahasiswa yang dapat dengan cepat menyesuaikan diri pada masyarakat dan berkomunikasi dengan baik, program KKN dapat berjalan hingga saat ini walaupun beberapa kendala teknis dilapangan tentu saja ada.

“Kendala tersebut diantaranya: pertama dengan mekanisme Program KKN saat ini dimana para mahasiswa tidak tinggal di lokasi, ada beberapa mahasiswa yang tempat tinggalnya cukup jauh dari lokasi sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup ekstra, kedua wilayah desa di masing-masing kecamatan berbeda luasnya sehingga dirasa pembagian kelompok dengan jumlah mahasiswa sebanyak 15 orang masih dirasa kurang oleh mahasiswa peserta KKN untuk mengeksplorasi potensi desa secara maksimal,” terangnya.

Semoga Progam KKN UNESA dapat berjalan dengan lancar dan sukses serta dapat membantu masyarakat desa melalui program-program kerja yang dibuat mahasiswa sesuai dengan tematik yang telah direncanakan, serta dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan jurusan masing-masing tentu saja dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

Editor : Totok Waluyo
Reportase: Indar Sabri