Manfaat Berendam Air Panas Belerang Di Wisata Eka Tirta Tabanan

99

Tabanan, Porosinformatif – Jelang tatanan kehidupan Bali Era Baru, berbagai persiapan dibukanya tempat wisata tahap pertama pada tanggal 09 Juli 2020 sudah dibuka untuk wisatawan lokal. Dimana pembukaan yang secara resmi disahkan oleh Gunernur Bali Wayan Koster, tetap akan dikontrol dampak penyebaran Covid-19.

Bilamana tidak ada pertumbuhan kasus, maka tanggal 30 Juli 2020 akan dibuka lagi beberapa tempat wisata sebagai program tahap kedua songsong tatanan kehidupan Bali Era Baru.

Pemandian air panas Wisata Eka Tirta merupakan wahana rekreasi alam sekaligus sebagai obat karena mengandung unsur belerang di dalamnya. Sehingga banyak sekali manfaat yang didapat jika berendam dengan air panas di Wisata Eka Tirta.

Komang Putra Yasa selaku pengelola mengatakan, bahwa waktu baik untuk berendam yang banyak mempunyai manfaat di pagi hari. “Selain udara masih sejuk, badan akan segar saat direndam di air panas ini. Unsur belerang pun masih dibilang lebih dominan saat pagi hari,” ujarnya.

Ditambahkanya, tidak hanya dari wilayah Tabanan saja, melainkan dari Nusa Dua bahkan Karangasem untuk pengunjung yang memang niatnya berendam guna mencari kesembuhan akan sakitnya.

Baca juga :

Adapun tiket masuk sangat terbilang murah sekali. Dewasa hanya 10K, sedang anak-anak 5K. Untuk Sewa bilik per 30 menitnya hanya 20K.

“Ini masih belum seberapa, karena mungkin masih masa pandemi. Biasanya dalam sehari bisa ratusan pengunjung. Mulai dari awam ataupun dari berbagai komunitas,” terang Nyoman Lasia kepada awak media kemarin.

Terpantau lokasi memang sangat memadai, jika digunakan untuk kegiatan Outing Class anak-anak sekolah, kegiatan Outbound Perkantoran, Berkemah, bahkan Diklat Kepemimpinan dari berbagai kalangan.

“Kita masih berbenah, kurang lebih sebulan selesai dan siap menuju tatanan kehidupan Bali Era Baru,” tegasnya.

Lokasi Wisata Eka Tirta Tabanan terletak di Jl. Raya Apuan Senganan – Baturiti No.552, Apuan, Kec. Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali 82191

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo