Tentang Adanya Hare Krisna, Ribuan Massa Gelar Aksi Penolakan Di Renon Denpasar

594

Denpasar, Porosinformatif – Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taksu Bali menggelar aksi protes dengan menampilkan pertunjukan kesenian seperti Calon Arang dengan 30 watangan, Jogeg Bumbung, Bondres, Fragmen Tari, Ngurek, Bleganjur dan Angklung pada hari Senin (03/08).

Pukul 11.30 Wita tampak ribuan massa sudah memadati area Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar. Kumpulnya massa yang bertajuk AKSI DAMAI TAKSU BALI “Parade Seni & Budaya Taksu Bali”, berupaya menuntut pemerintah agar Hare Krisna dilarang melakukan kegiatan maupun keberadaanya di Indonesia umumnya dan di Bali khususnya.

Ketua Aksi I Putu Agus Yudiawan menyampaikan, bahwa dengan menimbang segala masukan baik dari kalangan masyarakat, anggota dan pemerintah. Baik dari segi keamanan, kenyamanan, kesehatan dan juga petunjuk Niskala.

“Kami sebagai umat Hindu Bali yang terpanggil hati nuraninya untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi, adat, budaya dan agama Hindu Bali. Dan kami sangat menjunjung tinggi sebagai bagian dari Dharma Agama dan Dharma Negara, dengan tegas menolak Hare Krishna di Bali, Reformasi PHDI Bali, Meminta PHDI Bali untuk memohonkan kepada Kejaksaan Agung memberlakukan SK Jaksa Agung nomor 107/JA/5/1984 dengan menarik semua barang cetakan yang memuat ajaran Hare Krishna dan juga melarang seluruh kegiatan Hare Krishna di tanah Bali,” tegasnya seraya berharap tuntutan yang dilayangkan diterima oleh siapapun.

Tampak hadir juga aparat Kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi serta pecalang dan TNI yang membaur dalam kerumunan.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Agung Kurniawan