Gubernur Bali Beri Panggung Terhormat Buat Arak Bali Di Dunia Pariwisata

173

Arak minuman beralkohol hasil daripada fermentasi nira mayang kelapa, tebu serta biji-bijian yang mempunyai kadar alkohol kurang lebih 33 % hingga 50 %. Minuman hasil produksi penduduk lokal Bali ini, dulunya dimusuhi. Namun sekarang mendapat panggung terhormat, dan hebatnya menjadi industri minuman khas Bali yang telah bersiap kembali menjadi produk unggulan dunia pariwisata.

Karangasem, Porosinformatif – Penetapan Pergub Bali Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali mendapatkan apresiasi lebih daripada petani penghasil dan pemroduksi “Arak Bali”.

Tidak hanya petani penghasil “Arak Bali” saja, Gubernur Bali, I Wayan Koster pun juga sangat merasa bersyukur karena para petani sudah memiliki payung hukum.

“Secara tidak langsung minuman Arak ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangsem dan Bali,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster yang disambut riuh tepuk tangan oleh petani arak asal Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem saat melakukan kunjungan kerja bersama Wagub, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, serta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali Sabtu (8/8) dengan menggunakan mobil antik.

Arak Bali merupakan minuman warisan leluhur khas Bali yang dalam sejarahnya mendapatkan panggung terhormat di kancah pariwisata lokal maupun internasional.

“Setiap dinner, tamu saat ini harus wajib dijamu dengan Arak satu seloki. Jadi Pak Wagub Bali yang juga sebagai Ketua PHRI saya minta agar Arak ini dipromosi ke hotel dan restaurant. Sehingga kegiatan pariwisata, orang yang berkunjung ke Bali membawa oleh-oleh Arak Bali,” pintanya.

Hal ini sudah dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster saat Deklarasi Program Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis QRIS di Kawasan Pariwisata Terpadu ITDC Nusa Dua dengan melakukan “Tos Arak Bali” bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, Kamis (30/7) lalu.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo