Jerinx Siap Bertarung Di Persidangan Pasca Pelimpahan Berkas

73

Imbas dari kritikan di berbagai media sosial, Gede Ari Astina alias Jerinx di Polisikan. Dugaan unsur pencemaran nama baik yang disangkakan, menjerat pentolan salah satu grup band Superman Is Dead (SID) menjadi pesakitan dan berkaspun sudah di P21 kan.

Denpasar, Porosinformatif – Sebelum status dinaikan menjadi tersangka, pada tanggal 6 Agustus Jerinx dimintai keterangan sebagai saksi. Namun hari Kamis (27/08) ini berkas-berkas perihal dugaan kasus yang menimpanya fix di P21 kan oleh Ditreskrimsus Polda Bali.

Pasca pelimpahan, Jerinx dihadapan beberapa awak media memberikan pernyataan tertulis terkait kasusnya. Dimana dirinya menyatakan sempat di Swab Test dengan hasil Negatif Covid-19.

“Hasil tes swab saya Negatif,” tegasnya sembari meyakinkan bahwa sejak sebelum dirinya ditahan, “saya tidak membahayakan nyawa, siapapun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jerinx membaca dan mempertegas bahwa semenjak tanggal 4 Juni 2020, setiap hari dirinya melakukan kontak langsung dengan ratusan bahkan ribuan orang terkait kegiatan bagi-bagi makanan gratis di tempat usahanya.

“Jika boleh saya memberi masukan, sebaiknya IDI atau Kemenkes meneliti kondisi saya untuk menemukan penjelasan ilmiah. Kenapa saya tidak terinfeksi Virus Covid-19,” terangnya seraya menyatakan siap jika dirinya menjadi relawan.

Disinggung perihal penangguhan penahanan, Jerinx merasa kecewa, lantaran menurut undang-undang dirinya berhak untuk mengajukannya. “Bukan karena cengeng, tapi karena saya melihat banyak kejanggalan dan konflik kepentingan dalam kasus saya,” terangnya.

Jerinx meminta, sebelum dinyatakan bersalah oleh pengadilan, “biarkan saya bertarung di pengadilan. Dan apapun keputusan pengadilan, nanti akan saya terima dengan Ksatria,” harapnya.

Dalam perkara ini, Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp. 1 Miliar, sesuai dengan Laporan Polisi No. LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Indira Arri