Bicara Aspek Medium Alternatif Seni Dimasa Pandemi

96

Doni Kus Indarto, Pengurus Dewan Kesenian Kota Malang

Malang, Porosinformatif – Bicara tentang Seni yang mana sifat/karakter pertunjukannya secara langsung, kini berubah 360° dikarenakan situasi dan kondisi Pandemi Covid-19 dihimbau agar perform dilaksanakan secara daring.

Kondisi seperti ini, menjadi sebuah pertanyaan besar bagi para pecinta/penikmat seni maupun dari para pelaku seni itu sendiri. Apakah unsur estetik bisa tercapai, jika perform ditampilkan secara daring ?

Nah untuk menjawabnya pasti ahlinya yang akan mengulasnya. Wartawan Porosinformatif.com berhasil menemui Doni Kus Indarto salah seorang Pengurus Dewan Kesenian Kota Malang di bidang Teater dan berkesempatan berdiskusi disela waktunya yang padat Jumat (28/8).

Doni Kus Indarto yang lebih akrab di panggil Mas Doni merupakan lulusan dari Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. “Seniman yang sarjana begitu, selogan dari Institusi saya dahulu mas,” kata Mas Doni.

Hal ini menjadikan beliau tidak sekedar praktisi saja, namun juga ikut memikirkan permasalahan yang terjadi di masa pandemi ini terutama pada Aspek Medium Alternatif yang tentu saja akan berimbas pada bentuk dan gagasan dari seni itu sendiri.

Tidak hanya Mas Doni, diskusi seru ini juga dihadiri seorang seniman muda yang berprestasi di tingkat Nasional dan Internasional yaitu Anwari di salah satu cafe yang berada di kota Malang.

“Medium-medium alternatif yang digunakan oleh para Seniman, terutama Seniman Teater untuk tetap menciptakan karya di masa pandemi saat ini merupakan sebuah kreativitas yang dilakukan agar eksistensi para seniman atas karya-karya yang diciptakannya terhadap penonton yang mengapresiasi karya tersebut tetap terjadi,” terangnya.

Mas Doni menambahkan, bahwa penamaan atas semua medium yang digunakan seperti teater digital yang Anwari sebutkan atau teater virtual yang disebutkan Seniman lain serta masih banyak lagi istilah-istilah lainnya yang dibuat oleh para Seniman untuk menamakan hasil karya yang diciptakannya, “tidak menjadi permasalahan serius bagi saya saat ini, dikarenakan untuk menghadapi masa pandemi ini, proses kreatif yang terus dapat berjalan itu yang lebih penting,” tegasnya.

Mas Doni berharap dengan banyaknya alternatif-alternatif medium yang dipakai para Seniman untuk berkarya, akan dengan sendirinya menjadi bahan bagi masyarakat dan penonton manakah medium yang lebih nyaman dan cocok dalam menyampaikan serta menikmati karya tersebut di masa pandemi ini.

“Dengan berjalannya waktu, maka kita akan dengan sendirinya menemukan penamaan atas medium yang cocok dipergunakan di masa pandemi ini,” imbuhnya.

Sebagai penutupan diskusi, Mas Doni yang juga pendiri Kelompok Teater Ruang Karakter Malang menyampaikan, bahwa saat ini yang lebih penting dilakukan adalah tetap berkarya dengan penggunaan berbagai medium alternatif dan disampaikan pada penonton dan masyarakat agar kesenian terus berlangsung walaupun dengan medium lain.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Indar Sabri