Bedah Buku Monolog Musikal “Sebelum Ulang Tahun” Karya Welly Suryandoko

73

Tidak banyak penulis naskah monolog di Indonesia yang konsen dan konsisten menulis naskah dimainkan oleh satu orang aktor ini. Entah karena sulitnya meramu satu tokoh dengan banyak peristiwa atau meramu satu tokoh yang menghidupkan tokoh lain dengan tokoh utama itu. Artinya geliat penulis naskah monolog di Indonesia ini tidak banyak, hanya beberapa orang saja dengan karakteristik dan tipikal masing-masing.

Gresik, Porosinformatif – Jawa Timur memiliki satu penulis dengan gaya tersendiri yaitu monolog musikal. Dimana pada hari Kamis, 27 Agustus pukul 18.31 sampai 21.30 secara virtual melakukan bedah buku naskah monolog musikal karya Welly Suryandoko dengan judul Sebelum Ulang Tahun dengan pembahas Dr. Autar Abdillah, S.Sn.,M.Pd dan Arif Hidajad, S.Sn.,M.Pd.

Kegiatan yang dilakukan melalui zoom metting itu dihadiri kurang lebih 50 peserta. Secara virtual penulis memulai memaparkan latar belakang naskah, isi naskah dan kecintaan penulis kepada bentuk musikal. Tema-tema naskah yang variatif dan menarik menjadi bahasan asyik malam itu.

Setelah itu pembahas 1 Autar Abdillah menyampaikan bahwa penulis memiliki kekuatan bentuk, kekuatan kritik dan kemampuan langkah, hanya isi masih terlalu personal. Pembahas 2 Arif Hidajad menyampaikan naskah monolog ini sangat musikal sebab penulis saat kuliah, karya akhirnya adalah drama musikal.

Pertanyaan dari peserta dari berbagai sudut pandang terkait 6 naskah yang terdapat dalam buku tersebut memuat judul Parade Tikus, Minto, Bandot, Sebelum Ulang Tahun, Selamat Ulang Tahun dan Orde Kentrung. Kekuatan tematik dan style penulisan membuat peserta banyak memesan untuk dimiliki.

Penulis menyampaikan pada Wartawan Poros informatif.com merasa terharu dengan diadakannya bedah buku ini. Dimana karya yang dibuat dengan selang tahun yang berbeda-beda bersumber dari peristiwa berbeda, membuat penulis terharu karena sangat besar penghargaan pembahas melalui ulasannya dan keingintahuan peserta terhadap naskah ini.

Pada jam akhir penulis menyampaikan kepada seluruh peserta untuk menjadi penulis, hanya ada satu kunci yaitu menulis. Pernyataan itu membuat peserta terdiam sejenak. Kemudian dikuatkan moderator yaitu Rudlofudin Jindan, bahwa semua peserta semangat menulis bahkan moderatorpun akan menulis setelah kegiatan ini selesai.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : W. Suryandoko