Guru PJOK SMPN 2 Buduran Sidoarjo Turut Menorehkan Karya Di Masa Pandemi Dengan Cover Lagu

495

Sidoarjo, Porosinformatif – Media sosial seperti Youtube, Instagram dan Facebook merupakan wadah dimana setiap insan manusia bisa merekam dan mendokumentasikan segala kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Hingga saat pandemi ini, media sosial dipercaya sebagai tempat penyimpanan dan media publikasi yang cukup efektif dalam menyebarkan karya-karya seni.

Selain merupakan seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SMPN 2 Buduran Sidoarjo, disela kesibukannya sebagai guru olahraga yang masih melakukan pembelajaran melalui daring, Fanti masih menyempatkan mengasah bakat bernyanyinya melalui cover lagu.

“Saya hanya menyalurkan hobi bernyanyi melalui cover lagu,” terangnya.

Lebih lanjut, Fanti mengatakan bahwa hal ini bisa terwujud karena dibantu Maulana Sahru Adha yang juga merupakan mahasiswa Intitut Seni Indonesia Yogyakarta jurusan Musik sebagai editornya.

“Ada juga mas Teguh Sutrisno, seorang guru seni budaya lulusan jurusan Sendratasik Unesa, sehingga di masa pandemi ini saya masih bisa menyalurkan hobi melalui media sosial yang sedang tren ini,” katanya saat ditemui di Deattax Musik Studio yang berada di Kabupaten Tuban milik temannya.

Kreativitas dalam menyalurkan hobi dan kesenangan di masa sekarang ini, menuntut kejelian dan kajian yang tepat karena pemilihan media memang menjadi faktor utama. Meski bukan seorang Guru Seni Budaya, tidak ada salahnya Guru Olahraga juga dapat menyalurkan hobi bernyanyinya walaupun hanya untuk sekedar menghibur diri dan kesenangan.

Era New Normal di masa pandemi ini, membuat semua bidang profesi mengalami perubahan dan penyesuaian termasuk bidang pendidikan. Para Guru harus merubah pola, media dan strategi pembelajaran. Pun penjagaan kesehatan fisik dan psikologis Guru menghadapi semua ini, juga turut menjadi perhatian Fanti Agustina.

“Bernyanyi menjadi salah satu hobi dan sarana berlatih, karena di dalamnya ada unsur konsentrasi dan olah pernafasan,” ujar Ibu dari dua orang anak ini.

“Ini merupakan cara saya untuk menjaga psikologi dengan menyalurkan kesenangan dan bakat saya di bidang tarik suara. Mungkin teman-teman lain ada cara lain untuk menyalurkan kesenangannya seperti dengan memasak, menulis, bersepeda dan lain sebagainya,” tegasnya.

Intinya Fanti Agustina ingin menyampaikan, bahwa Guru merupakan profesi yang sangat mulia meski perubahan pola pembelajaran di masa pandemi ini sangat menguras perhatian dan perlu kerja ekstra untuk beradaptasi.

Diakhir pembicaraan, seraya mengajak para Guru untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan psikologi agar dapat berfikir positif, sehingga energi positif ini bisa ditransferkan kepada peserta didik.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Indar Sabri