Koordinator Staf Khusus Presiden : Bali Perlu Seimbangkan Antara “Gas dan Rem”

41

Denpasar, Porosinformatif – Penanganan krisis kesehatan dalam pengendalian pandemi Covid-19 mutlak menjadi prioritas. Hal ini disampaikan AAGN Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia.

Keseimbangan antara menginjak “gas dan rem” menjadi acuan dalam upaya menggerakkan kembali sektor perekonomian Provinsi Bali.

“Kapan harus menginjak gas dan kapan menginjak rem, harus diputuskan secara seksama dengan tetap menjadikan pertimbangan data dan informasi yang akurat sebagai basis pembuatan keputusan,” ujarnya kepada awak media.

Ari Dwipayana memastikan bahwa Presiden Jokowi dan seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju memberikan perhatian khusus bagi penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Bali.

Berdasarkan data pada Sabtu (05/09) menunjukkan angka Positif Rate di Bali sebesar 17,2% atau masih berada dibawah rata-rata nasional yang mencapai 24,3% . Sedangkan Case Fatality Rate Bali (CFR) 1,6%, juga dibawah rata-rata nasional sebesar 4,2%. Demikian juga dengan angka Case Recovery Rate (CRR) Bali mencapai 81,1% atau lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata nasional sebesar 70,6%. Terkait angka sembuh, Bali ada diperingkat 9.

Ari Dwipayana menegaskan, bahwa posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia membuat penanganan Covid-19 di Provinsi Bali semakin penting dan mendesak.

“Anjoknya ekonomi Bali berdampak pada daerah-daerah lain. Banyak aktivitas perekonomian di daerah lain yang terkait pariwisata Bali terkena dampak atas penurunan aktivitas pariwisata di Bali,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil survei terlihat jelas masih adanya kekhawatiran di kalangan kelas menengah untuk bepergian, berbelanja dan berwisata. “Mereka enggan berwisata karena merasa tidak aman dan khawatir tertular Covid-19. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah, Pemerintah Provinsi Bali dan juga pelaku industri pariwisata untuk membangun Safe Travel,” kembali Ari mengingatkan.

Protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (Clean, Healty, Safety, Environment/CHSE) di hotel, area fasilitas umum, transportasi serta destinasi wisata harus betul-betul berjalan.

Dalam pertemuan tersebut, AAGN Ari Dwipayana mendiskusikan terkait program-program yang bisa dilakukan Pemerintah Pusat untuk mendukung pemulihan pariwisata Bali, mulai dari Hibah Pariwisata, memperbanyak MICE maupun program insentif untuk wisatawan berkunjung ke Bali.

Selain itu Ari Dwipayana menyerahkan secara simbolis enam ratus ribu (600.000) masker bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Pemprov Bali untuk memasifkan kampanye penggunaan masker sebagai bagian upaya penanganan penyebaran Covid-19.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo