Resahkan Masyarakat, Balapan Liar Di Bubarkan Aparat

29

Buleleng, Porosinformatif – Sering buat resah masyarakat, kerumunan anak muda di bubarkan aparat setempat. Disinyalir generasi millenial tersebut akan melakukan balapan liar alias trek-trekan pada Sabtu (12/09) malam.

Dari hasil laporan anggota Intelkam dan Reskrim yang sebelumnya melakukan penyelidikan di sekitar lokasi, Kapolsek Singaraja bersama anggota langsung melakukan patroli dan sweeping.

Dipimpin langsung Kapolsek Singaraja, personil dari unit Reskrim, Intelkam, Lantas, dan juga Bhabinkamtibmas Polsek Singaraja turun kelapangan untuk melakukan penertiban aksi balap liar malam tadi.

Alhasil Polisi berhasil mengamankan 5 (lima) unit sepeda motor yang kemungkinan akan digunakan untuk balapan liar. Dan saat ini, kelima motor sudah diamankan di Mako Polsek Singaraja.

“Aksi balap liar yang dilakukan oleh kalangan anak-anak muda ini tidak bisa kita biarkan, selain meresahkan warga masyarakat yang ada di sekitar lokasi, juga sangat membahayakan nyawa mereka sendiri,” tutur orang nomor satu di Polsek Singaraja, Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, S.H., M.H saat ditemui di ruang kerjanya.

Upaya penertiban-pun dan bahkan tindakan tegas akan diambil sebagai efek jera bagi kaum millenial pelaku balap liar. “Ada dua lokasi jalur yang dijadikan ajang balap liar atau trek-trekan ini, yaitu jalur WR. Supratman, Penarukan dan Jalan Raya Lovina tepatnya di sebelah barat Hotel D. Lovina, Singaraja,” imbuhnya.

Selain tindakan tilang sesuai aturan yang berlaku dengan waktu sidang lebih dari satu bulan, Kapolsek Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudistira juga memberikan pembinaan secara langsung kepada anak-anak muda yang diamankan dengan didampingi orang tua masing-masing dan selanjutnya membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan mengulangi perbuatan balap liar atau trek-trekan.

Lebih lanjut Kompol I Gusti Ngurah Yudistira berharap agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi ini, kita diharuskan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo