Tingkatkan Imun Via Pelatihan Akting, Strategi Melawan Covid-19

19

Surabaya, Porosinformatif – Akhir-akhir ini banyak perbincangan online soal pertunjukan seni virtual, mulai dari seni rupa, tari, musik, sastra sampai teater. Diskusi ini mempersoalkan ruang pentas antara panggung pertunjukan dengan rekaman pentas yang dipublikasikan melalui medium online dengan perantara internet.

Sampai akhirnya melupakan kualitas personal pelaku seninya, dalam seni teater/drama penggerak teks dan cerita ialah aktor. Sebagai SDM pengejawantah naskah, seyogyanya mampu memiliki kualitas, baik dalam membangkitkan penokohan sesuai tokoh yang diperankan.

Seorang Dosen konsentrasi drama, Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Surabaya bernama Arif Hidayat, S.Sn., M.Pd mengembangkan pelatihan akting dimasa pandemi. Tujuan utamanya meningkatkan imun untuk melawan Covid-19 dan mengoptimalkan kekuatan akting aktor, dimana pelatihan ini dapat melepaskan beban dalam diri aktor.

“Aktor berkualitas ialah aktor melakukan akting dengan kewajaran permainan tokoh. Pencapaian itu memerlukan pelatihan agar tercapai tujuan utama yaitu menjadi aktor berkualitas. Ilmu akting dan praktik akting sangat diperlukan bagi seorang aktor,” ujarnya.

Kepada Wartawan Porosinformatif.com menunjukan tahap pelatihan akting yang dipraktikan oleh mahasiswa. Tahap awal seorang aktor diminta untuk melakukan oleh vokal dengan melakukan hentakan-hentakan menggunakan pernafasan perut dikeluarkan dengan mulut terbuka. Hentakan itu akan menimbulkan tawa lantang, dimana aktor dapat melepas penat, selanjutnya diminta untuk menggerakkan seluruh tubuh sembari meneruskan tawa pada simulasi pertama. Semua itu bermuara pada teknik pernafasan, olah vokal dan olah tubuh.

Lebih lanjut menurut Dosen Arif mengatakan, bahwa terlebih masa pandemi ini seorang aktor melakukan pementasan disajikan pada panggung lain bernama virtual, penonton menyaksikan pertunjukan drama melalui layar kaca.

“Capaian rasa, karakter, dialog, suasana dan semua spektrum keaktoran terfilter dengan platform baru ini,” terangnya.

Tahap paling akhir melakukan konsentrasi dan relaksasi. “Praktiknya dengan bersila memejamkan mata dengan merilekskan nafas, mengendurkan urat dan menghilangkan kerut di wajah untuk menetralisir penat, capek, suntuk dan segala hal yang dapat menurunkan imun,” imbuhnya.

Proses ini mendapatkan dukungan dari LPPM Unesa melalui pendanaan penelitian penugasan.

“Totalitas dalam pencarian formulasi pelatihan akting untuk meningkatkan imun sampai tahap penemuan,” tegas Arif kepada Wartawan Porosinformatif seraya menyampaikan, bahwa saat ini telah sampai pada tahapan ke 4 pelatihan akting ini di upload secara berkala di kolom Youtube, dimana akan diteruskan sampai menemukan ramuan praktik akting tersebut.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Welly Suryandoko