Bank Indonesia Bersama BRI Selenggarakan “Digitalisasi Pembayaran dan Soft Launching Web Pasar Provinsi Bali”

Selama pandemi Covid-19, pasar sebagai jantung kegiatan ekonomi jual beli, dimana keramaian manusia sulit terhindarkan pun terkena imbasnya. Dengan pembatasan sosial yang dilakukan dan meningkatnya urgensi faktor contactless, cleanliness, health, safety and environment sustainablity (CCHSE), masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dan beralih ke segala sesuatu serba digital.

Tabanan, Porosinformatif – Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho saat menghadiri soft launching Web Pasar Provinsi Bali di Bedugul Kabupaten Tabanan, pada hari Kamis (24/09).

Acara yang juga dihadiri Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wakil Gubernur Provinsi Bali; Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Tabanan; Ananda R. Mooy, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Regional 8 Balinusra; Didit Okta Pribadi, Kepala Kebun Raya Bali; Ida Bagus Ketut Subagia, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar; I Wayan Adi Astrawa, Camat Baturiti; I Made Mudita, Kepala Desa Candikuning; I Putu Eka Saputra, Pengelola Pasar Mertasari; serta seluruh stakeholder terkait.

Bank Indonesia sangat mendukung perluasan digitalisasi diseluruh aspek kegiatan ekonomi masyarakat termasuk pasar-pasar tradisional.

“Perluasan digital ini akan berhasil apabila terdapat kerjasama yang baik antara Bank Penyelenggara, Bank Indonesia, OJK, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kota/Kabupaten di Bali, serta masyarakat sebagai pelaku dan pengguna,” ujar Trisno sembari menegaskan, bahwa kerjasama yang baik ini terbukti dari jumlah pasar yang telah tergabung saat ini sebanyak 140 pasar diseluruh Bali dengan total 2.398 pedagang.

Terpantau oleh media, dimana saat ini pasar-pasar di Bali sudah mulai beradaptasi dengan menyediakan layanan digital, yakni pembeli dapat melakukan belanja di pasar-pasar tersebut dari rumah hanya dengan smartphone. Dan salah satunya adalah melalui program web pasar dari Bank BRI ini.

“Selain itu, program ini juga sejalan dengan program Pemerintah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang di luncurkan oleh Bapak Presiden pada 14 Mei 2020 lalu, dimana salah satu tujuannya adalah agar lebih banyak UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital,” tambahnya.

Adapun jumlah merchant yang menyediakan fasilitas pembayaran QRIS di Provinsi Bali hingga 18 September 2020 tercatat sebanyak 132.147 merchant, meningkat hingga 419% dibandingkan dengan awal tahun 2020. Dimana 107% dari jumlah merchant QRIS tersebut terbentuk selama masa pandemi sejak Maret 2020.

QRIS juga sangat mudah diterapkan diseluruh sektor ekonomi terutama sektor perdagangan retail seperti pasar karena sangat CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal).

“Kami meyakini QRIS dan berbagai inovasinya dapat diterapkan oleh seluruh pedagang pasar dan UMKM di Bali,” ujar Trisno.

Sebelum menutup sambutannya, Trisno Nugroho sangat mengapresiasi kepada Pemprov Bali dan Bank BRI yang telah senantiasa mendorong pemulihan ekonomi Bali serta tiada henti mendukung percepatan penggunaan QRIS di Provinsi Bali.

Guna membangkitkan perekonomian, Bank Indonesia juga memperpanjang kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0% yang semula berlaku sampai dengan September 2020 menjadi akhir Desember 2020.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo