Bank Indonesia Sampaikan Lima Kebijakan Pemulihan Ekonomi dalam Temu Responden 2020

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Badung, Porosinformatif – Lima kebijakan pemulihan perekonomian Bali disampaikan KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam acara seminar Temu Responden 2020 ‘Whats Next on Bali Business After Covid 19?’ di BNDCC Nusa Dua, Kamis (19/11).

Diantaranya melakukan relaksasi mobilitas, kesiapan pembukaan pariwisata, meng-optimalkan belanja pemerintah, melakukan penguatan lapangan usaha potensial serta penguatan UMKM.

Lebih lanjut Trisno Nugroho menjelaskan, dampak perkembangan Covid-19 di dunia menyebabkan perekonomian pada tahun 2020 diperkirakan terkontraksi.

Menurutnya respon kebijakan untuk menahan laju penyebaran Covid-19 melalui pembatasan kegiatan yang diterapkan di mayoritas negara berdampak terhadap kondisi perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan terkontraksi -4,4%. Sementara itu China yang sudah mulai recovery sejak triwulan II 2020 diproyeksikan masih dapat tumbuh positif di tahun 2020,” katanya.

Adapun pertumbuhan perekonomian Indonesia triwulan III tahun 2020 juga sudah menunjukan perbaikan.

“Meski masih dalam posisi kontraksi dari -5,32% pada triwulan II 2020 menjadi -3,49% pada triwulan III,” terangnya.

Ditambahkannya, berdasarkan proyeksi beberapa lembaga di dalam dan luar negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 diproyeksikan akan terkontraksi pada range antara -3,3% sd 0,6%.

“Untuk Provinsi Bali secara qtq perekonomian Bali mulai menunjukan idikasi pemulihan,” ujar KPwBI Provinsi Bali kepada peserta seminar.

Sebagaimana tercermin pada pertumbuhan sebesar 1,66% (qtq), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan lalu sebesar -7,24% (qtq). Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas pada era tatanan kehidupan baru.

“Namun demikian perekonomian belum dapat kembali ke level 2019, sehingga secara yoy masih terkontraksi sebesar -12,28% (yoy),” tegas Trisno.

Terpantau adanya wisatawan yang berkunjung di Bali, menyebabkan sedikit peningkatan terlihat pada bulan November 2020, dampak adanya libur panjang cuti bersama tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, KPwBI Trisno Nugroho juga melaporkan perkembangan inflasi Provinsi Bali terpantau rendah dan terkendali. Perkembangan harga tahun kalender selama 2020 masih menunjukan kondisi deflasi sebesar -0,27% (ytd). Bulan Oktober tercatat sebesar 0,24% (mtm).

“Berdasarkan disagregasinya, deflasi terjadi pada kelompok barang Core Inflation dan Administered Prices,” urainya.

Disinggung perihal keyakinan konsumen, Trisno menjelaskan pada triwulan IV 2020 diperkirakan akan pulih meski dengan patch cenderung lambat. Hal ini terindikasi dari melandainya IKK pada bulan Oktober 2020 sejalan dengan sempat meningkatnya penyebaran kasus Covid-19 pada bulan September/Oktober.

Terakhir kepada media yang hadir KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho menegaskan, Bank Indonesia selaku pembuat kebijakan pemulihan perekonomian akan terus menempuh langkah-langkah dalam mempercepat kebijakan PEN dengan mencermati perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)