BEM Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Seksual dan Bullying

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif – Wujud peduli kepada situasi terkini seperti kekerasan seksual dan bullying kepada masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Bullying” di Desa Pemecutan Kaja, Denpasar pada hari Jum’at (20/11).

Kepada media, Ida Ayu Sri Eka Prawerti Ketua BEM FH Undwi menjelaskan, acara ini merupakan rangkaian daripada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Dwijendra.

Dimana topik pencegahan kekerasan seksual dan bullying diambil, karena menurutnya situasi dan kondisi hingga saat ini, masih banyak yang mengalami korban kekerasan seksual terlebih bullying.

“Dulu dengan sekarang kondisinya berbeda. Bagi korban bisa saja segera melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak berwajib,” katanya.

Kita harus bisa menjaga diri dari tindakan yang menurut Ida Ayu sudah dilindungi oleh hukum yang berlaku. Sehingga jangan sampai korban mengalami tekanan psikis yang mengakibatkan korban bisa bunuh diri.

“Jadi harapan kami, sosialisasi hari ini bisa menyadarkan masyarakat desa Pemecutan Kaja agar tidak menjadi pelaku dan bisa menghindari bullying berlebih. Dan untuk teman-teman mahasiswa, juga bisa dijadikan suatu pelajaran, bagaimana menyikapi kasus-kasus bullying terutama di lingkungan kampus,” imbuhnya.

Senada dengan Ketua BEM, Komang selaku Wakil Ketua BEM juga sependapat. Perilaku bullying dan kekerasan seksual selayaknya mendapatkan perhatian khusus dalam masyarakat. Sehingga bisa mencegah adanya tindakan yang bisa merusak mental serta psikologi korban.

Sang Ayu Made Ary Kusumawardhani, S.H.,M.H Dosen FH Undwi menambahkan, kegiatan PKM ini bertujuan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Dan untuk tema yang diangkat, agar para Mahasiswa bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat guna mencegah lebih awal kekerasan seksual dan bullying di wilayah Desa Pemecutan Kaja,” pungkasnya.(*)