Wagub Bali Cok Ace Tekankan Pembukaan Pariwisata Guna Pemulihan Perekonomian

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Badung, Porosinformatif – Pemerintah Provinsi Bali mau tidak mau harus membangkitkan kembali pariwisata Bali. Hal ini disampaikan Wagub Cok Ace saat didaulat sebagai keynote speaker dalam Temu Responden 2020 oleh BI Provinsi Bali dengan mengangkat tema “What’s Next on Bali Business After Covid-19”, di BNDCC, kawasan ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (19/11).

Pada kesempatan itu, Wagub Cok Ace mengingatkan agar berbagai upaya terus dilakukan dengan harapan Bali mendapatkan ‘trust’ atau rasa percaya dari wisatawan sebagai destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi.

Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan protokol kesehatan dan melakukan verifikasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment) dibantu oleh industri pariwisata, lanjut Wagub.

“Protokol kesehatan CHSE tersebut wajib diterapkan di seluruh sektor pelayanan publik dengan menekankan pada faktor Kebersihan, Kesehatan, Keamanan dan memperhatikan lingkungan,” terangnya.

Ditambahkannya, dalam masa Pandemi COVID-19, kita belum mengetahui dengan jelas negara mana saja yang akan membuka perbatasan mereka atau apakah negara mereka mampu menanggulangi kasus positive COVID-19 dengan baik.

“Maka target wisatawan yang akan digarap dalam waktu dekat ini adalah wisatawan domestik terlebih dahulu. Karena daya pemulihan wisatawan domestik jauh lebih cepat daripada wisatawan manca negara,” ujarnya.

Pulau Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata, sebelum COVID-19 sektor pariwisata menyumbang sampai 53% terhadap perekonomian Bali.

Pertumbuhan ekonomi Bali bila dibandingkan antara Q2 (triwulan kedua) dengan Q3 (triwulan ketiga) menunjukkan pertumbuhan sebanyak 1,66%. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya PDRB triwulan III sebesar Rp55,37 trilyun dibandingkan dengan triwulan II yang hanya sebesar Rp54,33 trilyun.

Menurut Cok Ace, untuk memperkirakan kondisi perekonomian tahun 2021, kita perlu juga memperhatikan pola pemulihan ekonomi nasional dan Bali.

“Dengan memperhatikan kondisi perekonomian dunia dan nasional maka diperkirakan ketersediaan vaksin COVID-19 Level of Confidence to Travel Kebijakan Perlintasan Orang (Domestik dan Internasional) merupakan tolok ukur serangkaian pemulihan ekonomi global,” pungkasnya.

Diharapkan, pemulihan kunjungan wisman diproyeksikan baru akan kembali 50% di tahun 2021 dan pulih secara normal pada tahun 2022. (*)