Penguatan Budaya di Era Perkembangan Digital oleh Fakultas Hukum Universitas Dwijendra

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif – Penguatan budaya di era perkembangan digital oleh Fakultas Hukum Universitas Dwijendra dalam rangkaian acara Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Membentuk Karakter Berbudaya dan Taat Hukum” di Puri Agung Jrokuta Desa Pemecutan Kaja, Sabtu (21/11).

Dr. I Made Wahyu Chandra Satriana, S.H.,M.H Wakil Dekan FH Undwi sekaligus sebagai Narasumber bersama Dr. Drs. AA. Putera Semadi, M.Si Dosen FH

Acara yang dihadiri oleh Rektor Universitas Dwijendra, Wakil Rektor III, Dekan Fakultas Hukum, Wakil Dekan FH, Kaprodi S1 dan S2 FH Undwi, Dosen FH Undwi, Plt Perbekel Desa Pemecutan Kaja, Penglingsir Puri Agung, Ketua BPD Desa Pemecutan Kaja, serta ibu-ibu PKK Desa Pemecutan Kaja. Dan diikuti oleh Mahasiswa semester tiga Fakultas Hukum Undwi.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan implementasi ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Dwijendra.

Dimana dalam keterangannya, Dekan FH Undwi Dr. I Wayan Arka, S.H.,M.H menyampaikan, kegiatan pertama sesuai program pemerintah untuk mengurangi pandemi Covid-19, mahasiswa bersama Dosen pembimbing membagikan 2000 masker di lima tempat.

“Disitu sudah kelihatan sekali, fakultas hukum Universitas Dwijendra berupaya selalu meng-edukasi masyarakat perihal protokol kesehatan terlebih 3M,” katanya.

Ditambahkannya, untuk kegiatan kedua berupa sosialisasi penguatan budaya Bali khususnya yang ada di Puri Jrokuta ini. Menurutnya, tidak hanya mahasiswa dan Dosen yang sangat berkeinginan menguatkan budaya. Namun juga masyarakat.

“Kita dari fakultas hukum terus berupaya melakukan pembelajaran kepada masyarakat untuk melakukan pentaatan peraturan tentang membatasi diri untuk tidak berkerumun, menjaga jarak dan menggunakan masker saat keluar rumah,” ujarnya.

Kegiatan ketiga terpantau di Jrokuta adalah pelatihan tata rias kepada Ibu-ibu PKK Desa Pemecutan Kaja oleh Salon Agung.

“Secara umum kegiatan PKM disamping melakukan tri dharma, kita juga melakukan adaptasi terhadap lingkungan berbasis budaya sesuai visi Fakultas Hukum Universitas Dwijendra,” pungkasnya.

Sementara Dr. I Made Wahyu Chandra Satriana, S.H.,M.H Wakil Dekan FH Undwi sekaligus sebagai Narasumber bersama Dr. Drs. AA. Putera Semadi, M.Si Dosen FH Undwi dalam kegiatan PKM menegaskan, untuk kembali kepada marwah sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Menurutnya di era perkembangan digital yang seolah tidak bisa di kontrol, sehingga diperlukan penguatan-penguatan karakter berbudaya.

“Sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai adat istiadat kuat dan beragamnya kebudayaan menjadikan bangsa kita besar,” terangnya.

Dengan kebudayaan itulah, aturan dibingkai atau disatukan dalam perundang-undangan. Dimana setiap orang, baik itu sebagai masyarakat biasa atau pemerintahan pusat tetap mematuhi hukum yang berlaku.

“Siapapun itu wajib tunduk terhadap perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Dalam hal ini, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan para Mahasiswa dan masyarakat bisa lebih mengenal jati dirinya. Sehingga menciptakan karakteristik hukum yang berbudaya.

“Siapa kita? Bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang besar dan berbudaya yang ditopang oleh ajaran agamanya,” tutupnya.(*)