Kenalkan Budaya Kepada Mahasiswa Universitas Dwijendra

Editor : Totok Waluyo | Reportase : Totok Waluyo

Denpasar, Porosinformatif – Selain membagikan ribuan masker di lima tempat, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat juga bertujuan untuk mengenalkan budaya. Sehingga Mahasiswa memahami bahwasannya ada benang merah antara budaya di Puri Agung Jrokuta dan berdirinya Yayasan Dwijendra itu sendiri. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.M.A dalam sambutannya di Puri Agung Jrokuta, Sabtu (21/11).

“Rektor Universitas Dwijendra Berharap Mahasiswa Memahami Benang Merah Antara Puri Agung dan Yayasan Dwijendra”

Kegiatan yang mengambil tema “Membentuk Karakter Berbudaya dan Taat Hukum” selain sesuai visi misi Yayasan Dwijendra juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Dwijendra.

“Oleh karena itu, diharapkan mahasiswa agar lebih menyadari dalam mengenali nilai-nilai budaya. Sehingga bila itu sudah tercapai, maka nilai-nilai budaya akan tertanam pada dirinya,” tegas Rektor kepada Porosinformatif saat ditemui di sela acara di Puri Agung Jrokuta.

Masih menurutnya, budaya Bali haruslah menjadi tameng atau filter terhadap perkembangan arus globalisasi modernisasi. Sehingga tidak bergeser dari nilai-nilai yang dimiliki.

“Boleh kita bergeser tetapi tetap berada dalam koridor jati diri, karena kita tidak bisa lepaskan pengaruh budaya luar juga,” ujarnya.

Untuk itu, Rektor menyampaikan akan segera melaksanakan program pembelajaran Aksara Bali yang bersinergi dengan Gubernur serta Bupati di seluruh Puri di Bali.

“Kami sudah menyusun tim tersebut. Dan mudah-mudahan apa yang kita lakukan saat ini, menjadi bermanfaat bagi kita. Serta bersama-sama meyakini, bahwa pada saat kita menanamkan nilai-nilai budaya kita sendiri seperti di lingkungan paling kecil di keluarga, kemudian banjar lalu desa dan bahkan tingkat lebih tinggi, kita menjadi tidak terombang-ambing,” pungkasnya.

Disinggung perihal pelatihan dilakukan masih di masa pandemi, Rektor menegaskan acara ini sangat mematuhi protokol kesehatan. Tetap menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan serta membatasi peserta dalam hal ini mahasiswa.

“Dan juga pelatihan ini dilandasi dari hasi penelitian. Masa Covid ini secara tidak langsung kita diajarkan beradaptasi dengan lingkungan semisal pemanfaatan teknologi. Dengan ini kita semakin didorong menjadi kreatif,” tutupnya seraya mengucapkan banyak terimakasih kepada Penglingsir Puri Agung Jrokuta Desa Pemecutan Kaja atas izinnya melaksanakan kegiatan di areal Puri Agung.(*)