Gubernur Bali Apresiasi Penutupan TPA Suwung Oleh Aparat Desa Pesanggaran

Denpasar, Porosinformatif – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung merupakan tempat yang sangat vital bagi daerah Sarbagita guna menempatkan sampahnya.

Memang sangat ironi sekali, dimana TPA ini berada. Dengan permasalahan yang timbul seperti bau sampah, penumpukan sampah yang over, serta rusaknya akses jalan daerah Pesanggaran dan sekitarnya yang dilalui oleh truk-truk pengangkut sampah.

Tempat yang terbilang sangat strategis dalam tata ruang pariwisata seperti Bandara, tempat wisata, serta lahan budidaya mangrove terkesan ternoda oleh adanya TPA Suwung Sarbagita.

Diduga sebab-sebab seperti inilah, Kelian Banjar Pesanggaran, Bendesa Adat Pedungan, Pecalang sekitar, Tokoh masyarakat Banjar Pesanggaran menutup akses jalan masuk ke TPA Suwung selama tiga hari yang lalu.

Sehingga mengakibatkan truk pengangkut sampah terhambat kerja.

Pendekatan persuasif segera dilakukan oleh Pemprov melalui Gubernur Bali I Wayan Koster dengan melakukan upaya mediasi terhadap pihak terkait penutupan akses jalan. Melakukan kunjungan langsung ke TPA. Serta mengadakan rapat koordinasi di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Selasa (29/10) yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Bali, Kepala Perangkat Daerah terkait Provinsi, Wakil Walikota Denpasar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Wakil Bupati Tabanan, Kadis DLHK Pemkab Tabanan, Wakil Bupati Gianyar dan Kadis DLHK Gianyar, serta Kadis DLHK Pemkab Badung.

“Dari hasil rapat yang kita lakukan hari ini, menghasilkan tiga poin penting yaitu dalam jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang,” ungkap Gubernur Koster dalam presscon malam dengan para awak media di Rumah Jabatan Jaya Sabha.

Kesepakatan jangka pendek dengan bertemu Kelian Banjar Pesanggaran dan Pecalang yang hasilnya bersedia membuka kembali akses jalan masuk Truk pengangkut sampah.

Menghentikan sementara pembuangan sampah dari Pemkab Tabanan, Pemkab Badung serta Pemkab Gianyar ke TPA Suwung. Khusus untuk Pemkab Badung diijinkan membawa 15 Truk selama satu bulan kedepan.

“Dalam kesepakatan jangka pendek, kita akan memberikan bantuan satu unit Truk Konverter Baru kepada Pemkot Denpasar guna pengangkutan dan pemadatan sampah,” tegas Koster.

Jangka menengah dengan membangun TPA baru dengan luasan areal dan teknologi yang memadai baik untuk Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemkab Gianyar serta Pemkab Tabanan.

“Untuk jangka panjangnya melanjutkan pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) yang prosesnya sudah dilakukan di tahun 2019 ini. Serta mempercepat penyelesaian regulasi yang mengatur pengolahan sampah berbasis rumah tangga dan Desa sesuai Nangun Sad Kerthi Loka Bali,” imbuhnya diakhir sampaianya kepada media. (toto)