Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Kembali Cetak Sarjana Seni Di Tahun 2019

Surabaya, Porosinformatif – Senat Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya gelar wisuda Program Sarjana Seni tahun 2019. Acara yang dilaksanakan di Gedung Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jl. Wisata Menanggal, Dukuh Menanggal, Surabaya, Selasa (26/11/2019).

Mahasiswa berjumlah 78 menjadi wisudawan saat itu. Dari semua prodi kesenian Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya. Maka secara tidak langsung telah lahir pula 78 Sarjana di bidang Seni.

Adapun gelar yang disandang mahasiswa ini nantinya akan disingkat menjadi S.Sn. Peran aktif dari para Sarjana dinantikan oleh akademisi yang melahirkan dan ditunggu oleh masyarakat yang berharap adanya angin segar berupa perubahan dalam ranah pendidikan, baik itu pendidikan seni, kesenimanan atau seni untuk pendidikan.

Dari total mahasiswa yang diwisuda kemarin, 12 mahasiswa diambil sebagai lulusan terbaik. Masing-masing menyumbangkan tiga mahasiswa dari empat prodi yang ada.

IPK 3.87 membawa Rio Anggara Parta, mahasiswa dari prodi Seni Tari menjadi lulusan terbaik tahun ini.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Orang tua, serta seluruh civitas akademik STKW Surabaya, karena telah berhasil mendidik dan membimbing saya dan teman-teman hingga lulus sampai di wisuda sekarang ini,” ujarnya dengan rasa bangga dan bahagia kepada wartawan Porosinformatif.com.

Hal ini juga diamini oleh beberapa mahasiswa yang di wisuda. Karena kebanyakan mereka tidak tahu seni sebelumnya, baik seni tari, seni teater, seni murni serta seni karawitan.

Tetapi setelah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, para Sarjana ini baru sadar bahwa kesenian bukan hanya persoalan kecerdasan bermain alat, melainkan cerdas pikir dan cerdas batin yang harus bersatu padu dalam cipta, karsa dan karya.

Pantauan dari wartawan porosinformatif.com saat itu melihat suasana yang haru, terlebih bagi para mahasiswa yang sekarang sudah menjadi seorang Sarjana.

Tepuk tangan gegap gempita, menyambut ungkapan tulus dari perwakilan mahasiswa. Meski tampak air mata yang coba dibendung, namun tatapan berkaca-kaca tidak bisa disembunyikan.

Bersamaan dengan itu, Sefandi Aprisa Sujatmoko, S.Sn, mahasiswa seni teater yang juga baru di wisuda ini menyampaikan suka suka serta harapan kedeepannya kepada porosinformatif.com.

“Suka duka dalam belajar di STKW tercinta ini, juga tidak luput mewarnai sejarah empiris saya. Mulai dari gemblengan mental dari seorang akademis dengan segudang tugas dan penelitian. Sampai pengalaman pentas dengan tokoh-tokoh teater di panggung. Bagi saya terjun di dunia kesenimanan dan menjadi bagian dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, merupakan hal yang sangat membanggakan. Tidak hanya perkara kekayaan ilmu yang saya dapat, tetapi pengalaman-pengalaman empiris dalam dunia kesenimanan khususnya seni pertunjukan menjadikan hidup lebih berwarna,” urai Kang Sef, panggilan akrab kesehariannya di dunia teater.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan, mulai dari manajemen produksi seni pertunjukan, artistik, keaktoran, sampai penyutradaraan saya dapatkan disini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga, para dosen dan seluruh rekan-rekan yang dengan sabar menemani serta membimbing saya dengan sabar, bahkan terlebih lagi dapat meraih nilai cumlaud pada akhirnya,” imbuhnya.

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya juga dalam progres berkembang dalam menyesuaikan tuntutan zaman. Baik itu target untuk menambah prodi baru agar bisa menjadi institut, maupun menjadi Kampus Negeri seperti Kampus Seni di Aceh, Padang Panjang, Bandung, Jogjakarta, Surakarta, Kalimantan, Bali, Sulawesi serta Papua.

“Saya berharap kepada para wisudawan untuk mengerahkan segala kemampuan dan mengembangkan bakat talenta dimasyarakat. Karena akreditasi kampus dan seluruh prodi di STKW sudah B. Para sarjana bisa melamar CPNS,” ujar Ketua STKW Surabaya, Dr. H. Djarianto, M.Si dalam sambutannya.

Pada intinya kampus STKW sudah setara dengan kampus yang lain. Bagi mahasiswa ataupun wisudawan tidak perlu minder dalam menatap masa depan.

“Asalkan jangan mudah menyerah. Pasti disetiap perjuangan akan menemukan jalannya masing-masing,” imbuhnya.

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya sejak Januari 2012, sesuai Peraturan Gubernur Jatim Nomor 90 Tahun 2011, resmi dibawah naungan Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur melalui UPT. STKW. Tahun 2019 berubah menjadi UPT. Pemberdayaan Lembaga Seni Dan Ekonomi Kreatif Wilwatikta.

Adapun dasar pemikiran Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah sebagai upaya percepatan pengembangan seni budaya Jawa Timur melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan tetap memperhatikan dinamika dan pengembangan seni budaya universal.

Tentu saja setiap niat yang mulia membutuhkan kerja kolektif guna mewujudkannya. Semoga untuk para seniman, masyarakat dan Negara bisa bersinergi satu sama lainnya. Mengingat sudah ribuan Sarjana Seni yang sudah tercipta di Indonesia.

Seni adalah senjata pamungkas guna memperhalus budi pekerti, itupun jika sang seniman sadar untuk memperbaiki diri sejak dalam pikiran dan dalam kesadaran. “Jika teater tidak bisa menjadikanmu manusia yang baik dan berbudi luhur, silahkan pergi dan melarikan diri dari teater” kutipan dari kalimat Stanislavski (aktor dan sutradara Rusia). (roci)