Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. Paparkan Materi “Strategi Menuju Profesor Seni”

Yogyakarta, Porosinformatif – Kadisbud Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. menyampaikan materi “Strategi Menyiapkan Usulan Jabatan Fungsional Guru Besar Bidang Seni” dalam acara Kongres Asosiasi Pendidik Seni ke 4 di Yogyakarta, Jumat (13/12) yang lalu.

Seperti yang kita ketahui, Selain kepala dinas beliau juga merupakan guru besar Institut Seni Indonesia Denpasar, karirnya sebagai dosen terbilang sangatlah istimewa, cepat dan cemerlang termasuk capaian beliau untuk meraih Guru Besar. Melihat track record yang sedemikian istimewa dimiliki oleh Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. untuk itu panitia meminta beliau untuk dapat hadir dan berbagi pengalaman kepada peserta Kongres, yang notabene banyak yang berprofesi sebagai dosen.

Tak lama waktu yang di sediakan oleh panitia kepada Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. untuk menyampaikan materi, diawali dengan materi Kondisi Objektif merupakan pembacaan awal yang harus dilakukan oleh seorang dosen untuk dapat menentukan langkah strategis berikutnya, kondisi zaman yang selalu berubah-ubah akan prasyarat dan ketentuan untuk pengusulan ke Guru besar harus selalu di update oleh dosen.

Sekitar 25 menit materi disampaikan secara gamblang dan terperinci hingga para peserta kongres mendapat kejelasan tekhnis pengusulan guru besar hingga materi yang harus dipersiapakan.

Diakhir materi Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. menitik beratkan dan menekankan pada seluruh dosen yang sedang dan akan mempersiapakan berkas untuk pengusulan guru besar agar tekun dan bersabar dalam memenuhi semua aturan yang telah disyaratkan, yakin dan bertekad bahwa sesungguhnya untuk menjadi “Profesor itu adalah hak dan kewajiban” kita.

Beliau juga mengingatkan kita perlu saling membantu antar sesama teman dosen ketika ada teman yag sedang mempersiapkan berkas pengajuan guru besar misalnya dalam publikasi jurnal ilmiah, siapa teman yang di kampusnya ada jurnal yang dapat membantu sebaiknya saling membantu. Penekanan kepada kalimat “marilah saling membantu antar teman dosen seni” sebelum Prof. Dr. I Wayan Kun Adnyana, M.Sn. menutup sesi materinya menjadi sesuatu yang patut menjadi renungan mendalam. (indar)