Perbekel Kayu Putih : “Pemimpin Tidak Ada Sekolahnya, Semua Kembali Kepada Personalnya”

Buleleng, Porosinformatif – Kunjungan kerja Ketua Perkumpulan Jurnalis Indonesia Demokrasi (PJID) Provinsi Bali, A. Shukani Hanafi pada hari Kamis (02/07) ke Kantor Perbekel Kayu Putih, Seririt, Buleleng.

Ditemui langsung oleh I Made Sudiarta selaku Perbekel Kayu Putih, diawali dengan “ngupi bareng”. Made Sudiarta mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dari PJID Provinsi Bali.

“Semoga dengan seringnya bertemu, kita selaku pemangku jabatan desa dan media bisa bersinergi sesuai tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Made Sudiarta menambahkan, bahwasannya hubungan antar lembaga tetap harus dijalin sedemikian hingga. Bagaimanapun juga, peranan media sangat bermanfaat sekali sebagai penyedia informasi bagi masyarakat pada umumnya.

“Dari medialah segala informasi bisa sampai ke masyarakat. Oleh karenanya, saya pribadi selaku Kepala Desa atau pemimpin masyarakat harus bisa menciptakan situasi yang kondusif. Pesan dari Bapak Presiden Joko Widodo, bahwasannya keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah hal tertinggi diatas segalanya dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, Made Sudiarta menyampaikan siapapun bisa menjadi pemimpin, namun belum tentu bisa mengayomi.

“Karena menjadi pemimpin tidak ada sekolahnya. Hal ini kembali kepada personal. Bisa mengayomi tidak. Terlebih di masyarakat sangat rawan adanya permasalahan. Jangan sampai seorang pemimpin malah memprovokasi masyarakatnya disaat ada suatu permasalahan,” imbuhnya.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo