Gede Suparta : “Terima Kasih Buat Masyarakat Dan Pemangku Jabatan Desa Sidakarya”

Denpasar, Porosinformatif – Masyarakat yang terdiri dari berbagai unsur personal, memang harus terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan mengingat hakikat manusia adalah makhluk sosial.

Jauhkan rasa ego ataupun menang sendiri, merupakan kewajiban manusia dalam masyarakat. Dimana jika menilik daripada dasar Negara yaitu Pancasila yang didalamnya mengandung makna Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda tetapi tetap satu jua).

Hal inilah yang mendasari musyawarah di Jl Kerta Lestari, Dusun Kerta Raharja, Desa Sidakarya, Denpasar selatan pada hari Kamis (25/06) berjalan dengan lancar dan menemui solusi bersama. Adapun proses musyawarah dimulai dari bulan Oktober 2019, sempat tertunda adanya Covid-19.

Dimana musyawarah yang digelar membahas perihal sebidang tanah milik Edi Santoso yang dikuasakan kepada Gede Suparta dan Mangku Arya, posisinya berada di balik tembok pembatas jalan dengan selokan. “Sehingga selaku pemilik tanah tidak bisa mendirikan sebuah bangunan karena adanya tembok tersebut,” terang Gede Suparta.

“Astungkare, saya dan pak Mangku Arya selaku yang dikuasakan oleh Pak Edi bisa memediasi di masyarakat termasuk Perbekelnya,” kata Gede Suparta kepada awak media saat conpres di Denpasar, 30 Juni lalu.

Musyawarah dalam mencapai mufakat bersama warga maupun pemangku jabatan Desa Sidakarya, menghasilkan beberapa kesepakatan yang ditulis dan ditanda tangani diatas Materai 6000.

“Intinya, saya dan Pak Mangku Arya sebagai yang dikuasakan oleh Pak Edi, sangat berterima kasih sekali kepada masyarakat maupun Perbekel serta Kelian dan semuanya yang tidak bisa saya sebut satu persatu,” tegasnya.

Tampak hadir saat itu Perbekel Sidakarya, Klian Desa serta jajaran dan beberapa perwakilan dari warga Perum Kerta Lestari, Dusun Kerta Raharja, Desa Sidakarya, Denpasar selatan.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo