Nasib Pengrajin Genteng di Masa Pandemi

Tabanan, Porosinformatif – Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap semua aspek kehidupan. Tidak hanya bidang kesehatan, namun berimbas juga di bidang perekonomian. Seperti nasib pengrajin genteng dan bata berbahan tanah liat, Ni Ketut Budiani di tempat produksinya Jl. Raya Pantai Kedungu Kediri, Tabanan, Rabu (21/10).

Menurutnya, hampir semua pengrajin dan pengusaha bernasib sama. Penurunan omset dan produktifitas kerja. Dimana sebelumnya usaha yang dikerjakan oleh 10 orang, kini tinggal 3 orang.

“Hal ini karena efek daripada permintaan bata dan genteng di pasaran,” ujarnya.

Ketut menambahkan, tips bertahan yaitu tetap memproduksi. Adapun untuk type bata yang banyak diminta yakni bata tipis seharga Rp. 1.700.

“Kami ada beberapa type bata. Dari yang harga 1.300 hingga 2.000 lebih. Namun untuk type yang sering dibutuhkan diharga 1.700,” imbuhnya.

Sebagai pengrajin sekaligus pengusaha, Ketut berharap kondisi di masa pandemi lekas berlalu. Sehingga kehidupan dan kegiatan usaha kembali seperti semula.

“Ya inginnya kembali seperti dulu mas,” tegasnya.

Disinggung kesan saat tempat produksinya dikunjungi oleh duta wisata dalam program We Love Bali. Dirinya menyampaikan, sangat berterimakasih sekali. Dengan program seperti ini, Bali bisa dikenalkan tidak hanya wisata alam dan pantainya, namun juga industri apa yang berada di dalamnya.

“Bagus sekali mas. Selain bisa dikenalkan, sekaligus bisa menunjukkan kepada calon wisatawan, bahwa Bali sudah siap menyambut pariwisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

Editor : Totok Waluyo
Reportase : Totok Waluyo